MA Muhammadiyah Pelattoang Resmi Berdiri, Ketua PWM Sulbar : Tahun ini Harus Sudah Menerima Siswa

Foto. Sulbarmu.com : Kepala Desa Tammerodo, Supyan Menyerahkan Sertifikat Tanah Pendirian Bangunan MA. Muhammadiyah Pilatoang, Kepada Ketua PC. Muhammadiyah, Rusman, di Mts. Muhammadiyah Pelattoang, Sabtu 27 Februari 2021.

SULBARMU.COM, MAJENE.-- Ketua PW. Muhammadiyah Sulawesi Barat, Dr. Kyai Wahyun Mawardi melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Pelattoang, di Desa Tammerodo, Kecamatan Sendana, Majene, Sabtu (27/02/2021).

Turut hadir Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM Sulbar, Dr. H. Andi Yasin, Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Sulbar, H. Mukhtar Mudo, Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PWM Sulbar, Nursahdi Ketua Majelis Ekonomi PWM Sulbar, H. Asly Kanduppa, Sekretaris PD. Muhammadiiyah Majene, Muslim AK, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Majene, Mukhlis Husain, Ketua PC. Muhammadiyah Sendana, Rusman, Kepala Desa Tammerodo, Supyan, Kepala Sekolah Mts. Muhammadiyah Pilatoang, Ramli, guru dan staf Mts. Muhammadiyah Pilatoang.

Dalam kegiatan tersebut, mereka melihat proses penyiapan lahan untuk pembangunan Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Pilatoang dan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah yang dihibahkan oleh Kepala Desa Tammerodo.

Kepala Desa Tammerodo, Supyan mengatakan masyarakat menginginkan hadirnya sekolah lanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (Mts) Muhammadiyah Pelattoang, sehingga pemerintah Desa siap menghibahkan atau mewakafkan tanah dengan syarat harus membuka sekolah lanjutan.

"Kami merespon dengan baik berdirinya MA Muhammadiyah Pelattoang, sebab mengingat sekolah lanjutan dari desa kami sangat jauh, yang kami inginkan anak-anak kami bisa sekolah. Kami berharap akan hadir sekolah lanjutan, dan kami respon dengan baik, kami sangat berharap semoga ini secepatnya bisa terlaksana", ucapnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sulbar. Dr. H. Andi Yasin mengatakan pertama yang harus diperjelas adalah apakah ini aset desa atau pribadi, sebab kita tidak inginkan dikemudian hari ada masalah.

"Jika tanah ini aset desa, mohon kepala desa agar menyerahkan atas nama pemerintah desa bukan atas nama pribadi, yang dibuatkan berita acara disaksikan oleh BPD, sehingga dikemudian hari tidak ada masalah", ujarnya.

Sementara Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PWM Sulbar, Nursahdi dalam kesempatan itu ia menyampaikan sangat merespon baik apa yang disampaikan Kepala Desa Tammerodo, sebab yang berkaitan wakaf maupun hiba merupakan wewenang Majelis Wakaf.

"Kami minta kepada pak desa agar menyerahkan sertifikatnya ke Pimpinan Cabang, kemudian kami akan tindak lanjuti pengurusannya," tutur Nursahdi.

Kemudian Sekretaris PD. Muhammadiyah Majene, Muslim AT, mengatakan rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan beberapa waktu lalu di Malunda ketika pembentukan PC. Muhammadiyah Ulumnada di Malunda, untuk membuka Madrasah Aliyah, sebab pemerintah desa sudah mendesak untuk segera mengfungsikan tanah yang dihibahkan.

Adapun Kepala Mts. Muhammadiyah Pilatoang, Ramli mengatakan, saat ini jumlah siswa di Mts secara keseluruhan lebih 180 orang. Siswa yang sudah kelas sembilan ada 60 orang.

"Kami berfikir kenapa tidak kita buka sekolah lanjutan yang linear, yakni Madrasah Aliyah untuk menampung siswa yang sudah lulus dari Mts nantinya", kata Ramli.

Ketua PW. Muhammadiyah Sulbar Dr. Kyai Wahyun Mawardi menyampaikan dengan berdirinya Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Pelattoang, merupakan angin segar bagi Muhammadiyah Sulbar, sebab Amal Usaha Muhammadiyah bertambah. Semoga kedepannya semakin banyak amal usaha yang dibentuk di Sulbar.

"Kami ucapkan banyak terimakasih atas respon cepat dari PDM Majene dan terlebih khusus PCM Sendana, semoga berdirinya MA Muhammadiyah Pelattoang menjadi amal jariah. Kami akan bantu penhurusan izinnya ditingkat atas", ucapnya.


Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments