Usung Tema Dakwan Mencerahkan dan Membahagiakan, DPD IMM Sulbar Gelar Pelatihan DAI Nasional Virtual.

Foto. Sulbarmu.com : Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Kyai Wahyun Mawardi, Ketua DPD IMM Sulbar, Arman, Ketua Panitia Pelatihan Dai Nasional, Aswandi Saat Menghadiri Pembukaan Pelatihan Dai Nasional di Studio DPD IMM Sulbar, Ahad 20 September 2020.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat, menggelar pembukaan Pelatihan Dai Nasional secara daring, Ahad (20/09/2020).

Pelatihan bertema Dakwah Mencerahkan dan Membahagiakan dilaksanakan Ahad-Selasa,/20-22 September 2020, menyasar peserta dari berbagai daerah, seperti perwakilan peserta dari IMM Majene, Polman, Mamuju, Mateng, Sulsel, Lampung, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat dan Bima.

"Kami batasi peserta yang ikut pelatihan, hanya sekira 35 peserta yang kami ikutkan, Khusus di Sulbar sendiri ada empat cabang, setiap cabang kami minta 5 peserta, selebihnya kami buka secara nasional dengan kuota terbatas," ujar Aswandi Ketua Panitia Dai Nasional.

Ketua Umum DPD IMM Sulawesi Barat, Arman, mengatakan pelatihan ini merupakan jawaban untuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu sendiri, dimana potensi dan bakat dari kader ummat akan digerakkan dan dilatih melalui kegiatan ini.

"Awalnya memang kita mau laksanakan pelatihan secara oflaine, namun melihat situasi saat ini dimana penyebaran covid-19 semakin meningkat dan mengkhawatirkan, sehingga kita laksanakan melalui daring," ucap Arman.

Apalagi pelaksanaan pelatihan ini mencakup skala nasional tentu akan mengundang peserta untuk datang ke Sulbar, tambahnya.

"Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi sulawesi barat dalam hal ini Biro Kesra yang telah membantu kami melalui dana hibah yang dianggarkan tahun ini," tutur Arman

Dalam Amanahnya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, Kyai Wahyun Mawardi, menyampaikan salah satu trobosan dan amanah saat muktamar Makassar yakni mengembangkan dakwah pencerahan berbasis komunitas, dengab motto menggembirakan.

"Saya senang dengan tema pelatihan ini, sebab dakwah itu tentu harus dengan membahagiakan dan menggembirakan, jangan membuat orang lari. Sekaligus ini merupakan jawaban bahwa Muhammadiyah itu tdk krisis Dai, sebab makna Dai adalah menyampikan," terang Kyai Wahyun.

Lewat Pelatihan ini semoga bisa melahirkan kader-kader yang berkompeten yang siap bergerak dibidang dakwah yakni kader ummat, dengan perjuangan amar ma'ruf nahi mungkar, imbuhnya.



Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments