Gelar Khutbah Ta'aruf, MBS Mamuju Rencanakan Pengembangan Pesantren

Foto. Sulbarmu.com : Kyai Wahyun Mawardi, Menyampaikan Khutbah Ta'aruf, Rabu, 02 September 2020.


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Khutbah Ta’aruf Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju berlangsung cukup khidmat, Selasa (02/09/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mamuju, H. Mukhtar Mudo, Ketua Komite MBS At-tanwir Mamuju, H. Salihi Saleh, Direktur MBS At-tanwir Mamuju, Kyai Wahyun Mawardi, orang tua/wali santri, pembina ustadz dan ustadzah serta diikuti oleh semua santri.

Khutbah dengan tema anak, Direktur MBS At-tanwir Mamuju, Kyai Wahyun Mawardi memberikan penjelasan tentang tipe-tipe anak dalam Al-Quran, menurutnya anak itu sebagai ujian, sebagai perhiasan dunia, sebagi penyenang hati dan terakhir anak itu sebagai amanah.


"Saya tadi mendengar dua yang membawa sambutan sebelumnya, ketua Dikdasmen dan Komite membahas anaknya yang mondok, sehingga tema yang saya sudah persiapkan saya rubah dengan tema anak," ujarnya.

Lebih lanjut ia berkata, "kalau ketua komite anaknya ada tiga dipesantren dan ketua Dikdasmen dua anaknya dipondok, saya juga tidak mau kalah, anak saya ada empat dipesantren," tambahnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Mamuju, H. Mukhtar Mudo, mengatakan secara kelembagaan dikompleks Pondok Pesantren ini ada beberapa perguruan. Ada SD, SMP, SMK dan SMA, dibawah naungan Dikdasmen PDM Mamuju, sebab saat ini belum ada dibentuk majelis di PDM Mamuju yang memang menangani pondok pesantren, sehingga masih gabung.

"Kalau kita dengar tadi penyampaian dari ketua komite dalam hal pembangunan dan pengembangan, insyaallah MBS nantinya akan maju," ucapnya.


Jadi jika orang tua memasukkan anaknya di pesantren, berarti dia telah mewakafkan anaknya untuk dibina dan digembleng, imbuhnya.

"Orang tua tidak usah khawatir dengan persaingan diluar apa bila anaknya alumni pesantren, saya punya anak dua mondok juga, alhamdulillah mereka berdua lulus dan diterima masuk diperguruan tinggi ternama yakni Univeraitas Hasanuddin dengan jurusan yang masih langka," tutur Mukhtar Mudo.

Sementara Ketua Komite MBS At-tanwir Mamuju H. Salihi Saleh menyampaikan beberapa hal tentang kondisi pembangunan pesantren, menurutnya saat ini MBS masih pada tahap pembangunan dan pelebaran lokasi, sehingga ada tiga titik fokus pengembangan yang akan dilakukan, yakni masjid, ruang guru dan ruang belajar yang saat ini nyantol di diknas pendidikan bersumber dari dana DAK, yang insyaAllah tahun depan sudah bisa dikerjakan.

"Kemudian pengembangan jangka panjang, dalam waktu dekat ini kami bersama Kyai Wahyun, akan mempromosikan MBS kita di Jogyakarta yang nantinya menjadi agrokompleks seluas 5 hektar di Botteng, bukan hanya gedung peantren saja tetapi, perkebunan, peternakan dan taman wisata akan disatu padukan," terang Salihi Saleh.




Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments