Kantongi Izin, Pesantren Modern MBS At-tanwir Mamuju Buka Kembali

Foto Sulbarmu.com : Ketua MCCC Sulawesi Barat, Rusli Bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 MBS At-tanwir Mamuju, Sudirman dan Ahmad Sedang Melaksanakan Pemeriksaan dan Penyemprotan Diksinfektan Kepada Santri, Selasa 01 September 2020.


SULBARMU.COM, MAMUJU.--.Setelah kantongi izin dari Kementrian Agama Mamuju, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Tim Gugus Tugas Penaganan Covid-19 Sulawesi Barat, sebanyak 43 santri dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju, Selasa (01/09/2020).

Sebelum memasuki area pesantren, terlebih dahulu santri harus melalui tiga posko. Posko pertama adalah pemeriksaan dan penyemprotan diksinfektan, posko kedua pengecekan suhu tubuh dengan menunjukkan hasil rapid test dan pada posko ketiga pemeriksaan kelengkapan berkas.

Juru Bicara Gugus Tugas Ponpes MBS At-tanwir Mamuju, Abd Saidin menjelaskan Sebelum memasuki lokasi Ponpes, tahap pertama santri diwajibkan memakai masker san mencuci tangan, setelah itu dilakukan proses sterilisasi terhadap seluruh barang bawaan santri dengan disemprot diksinfektan. Kemudian setelah dilakukan strerilisasi, pada tahap kedua dilakukan pengecekan suhu tubuh dan tahap terakhir dilanjutkan cek kelengkapan dokumen.

Penyambutan santri dilaksanakan dua hari, yakni selasa sampai rabu, hari pertama fokus pada santri putra (santriwan) sebanyak 29 orang, kemudia hari kedua santri putri (santriwati) sebanyak 14 orang.

"Jadwal kedatangan santri sudah terjadwal secara ketat dan jauh hari sudah diinformasikan kepada wali santri. Tentunya harus wajib disiplin protokol kesehatan, menggunakan masker, dan cuci tangan terlebih dahulu. Berkaitan hasil rapid test kami tidak bisa mentolerir, bagi santri yang tidak melengkapi mohon maaf agar mengurusnya terlebih dahulu, sebab kami tidak mau ambil resiko," ucapnya.

Rusli selaku Ketua MCCC Sulbar, mengatakan pada dasarnya dokumen rapid test tetap menjadi syarat mutlak bagi santri yang masuk pondok, sebab itu salah satu indikator yang mesti dilengkapi, kemudian disiplin protokol kesehatan merupakan anjuran yang wajib bagi santri, pembina, ustadz dan ustadzanya.

"Ketua MCCC Pusat meyakini kalau pondok pesantren muhammadiyah insyAllah aman dari penyebaran covid-19 asalkan tetap disiplin protokol kesehatan, namun saya berpesan pembina, ustadz dan ustsdzahnya yang dari luar dan sering mondar-mandir tetap patuh pada protokol kesehatan,"harapnya.

Menyinggung soal pembinaan, Kyai Wahyun Mawardi yang merupakan Direktur MBS At-tanwir Mamuju mengaku telah menyiapkan muhafidz 6 orang, diantaranya ustadz Furqan Wawardi, Ismail Ulunnuha, Agus Santoso, Abd Saidin, Abdul Rahman Wahyun, Bukhori. Kemudian dua orang Muhafidzah yakni Misra dan Darnawulan hafidzah yang hatam 30 jus, ia merupakan alumni SMK Muhammadiyah Mamuju.

"Alhamdulillah ada delapan muhafidz dan muhafidzah yang insyaAllah akan mendampingi anak-anak kita selama dipondok, ditambah lagi pembinaan intrakulikuler yang seperti Tapak Suci oleh pelatih yang berkompeten yakni Sudirman, dan pembinaan-pembinaan lainnya berkaitan tentang sainstik dan bahasa," terang Kyai Wahyun.



Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments