Prespektif Akademi Dan Dampak Covid-19

Foto : Mursalim, Ketua Cabang IMM Mamuju, Rabu, 10 Juni 2020.



SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Jauh sebelum covid-19 menyebar dan menjadi perhatian serius dunia, beberapa lembaga internasional memprediksi laju ekonomi dunia melemah, disebabkan beberapa faktor global, seperti perang dagang, geopolitik,dan lainnya.

Kehadiran covid-19 sekarang dianggap dampak tambahan yang akan melemahkan ekonomi dunia, sehingga setidaknya ada dua perang yang akan dihadapi negara-negara didunia untuk menghadapi pandemi covid-19, yakmi perang melawan virus dan berusaha mengendalikan ekonomi didalam negeri.

Di Indonesia, sejak beberapa bulan belakangan ini pandemi covid-19 melanda dan dinyatakan sebagai bencana nasional, aktifitas diseluruh sektor hampir semua terhenti, baik dari lembaga pemerintahan, perindustrian, pendidikan sampai pada aktifitas ekonomi kemasyarakatan.

Dampkanya luar biasa besarnya, beberapa kegiatan UMKM mandek sampai pada penutupan, PHK besar-besaran terjadi dimana-mana, sehingga beberapa dari anggota keluarga tidak lagi mempunyai kehabisan pasokan disebabkan tidak adanya pemasukan.

Menyinggung Aspek Pendidikan.

Khusus di Mamuju dampak dari pandemi penyebaran covid-19 ini sangat dirasakan, apa lagi dibidang pendidikan seperti aktivitas dunia kampus, meski semua daerah memiliki kasus yang sama, namun sebagai contoh yang menjadi sorotan atas ketidakjelasan nasib perkuliahan tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengambil kebijakan dalam kampus itu sendiri.

Pertama, pandemi artinya penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas, dalam hal ini Mamuju juga pun ikut merasakan hal itu, sehingga mahasiswa dan mahasiswi yang sementara menjalani perkuliahan harus menanggung lebih akibat pandemi ini. Bukan hanya jadwal dan tugas kuliah yang padat menumpuk, tetapi mahasiswa juga sangat terbebani akan iuran SPP tersebut karena mereka juga terkena dampak dari pandemi ini.

Mungkin ada beberapa mahasiswa yang sanggup untuk membayarnya karena mereka punya orang tua yang punya gaji tetap, tapi bagaimana dengan sebahagian mahasiswa lainnya. Mungkin ada yang pedagang, petani, kerja di perhotelan dan industri lainnya, semua itu terkena dampak dari pandemi covid 19 ini yang mengakibatkan mata pencharian mereka hilang.

Tentu ini yang perluh difikirkan oleh pihak Kampus Se- Kabupaten mamuju, bagaimana kemudian mempertimbagkan kebijakan pembayaran SPP mahasiswa, karena keputusan tersebut sangat memberatkan bagi mahasiswa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju sebagai perpanjangan tangan yang mewakili suara dari mahasiswa dan masyarakat, tentu memberikan pertimbangan untuk sedapat mungkin memberlakukan keringanan dalam hal menyangkut pembayaran bagu mahasiswa yang aktif, baik itu yang berdomisili dari luar Mamuju maupun dari dalam.

"Melalui tulisan ini, semoga para pengambil kebijakan dalam kampus yang ada di Mamuju, sesegerah mungkin memulai langkah yang kita harapkan dapat meringankan Beban sebagai Mahasiswa itu sendiri akibat Pandemi Covid 19,".


Penulis. : Mursalim
Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments