Polemik Penerapan New Normal Di Rumah Ibadah, Ketua PWM Sulbar : Saya Ambil Sumber Hukum _Saddu Dzariah_

Foto Sulbarmu.com : Kiai Wahyun Mawardi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- "Selama pemerintah menetapkan waktu darurat, sebisa mungkin kita tetap beribadah dirumah,". Ucap Kiai Wahyun Mawardi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, saat ditemui dikediamannya, Jalan Sukarno-Hatta, Mamuju, Sabtu, (06/06/2020).

Argumentasi tersebut diambil berdasarkan pernyataan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dalam pertemuan bersama Gubernur Sulbar, Kepala Kantor Kementrian Agama Sulbar, dan sejumlah tokoh agama lainnya.

"Ada tiga hal yang disampaikan oleh kepala dinas (Kadis) Kesehatan, pertama virus ini penyebarannya cepat dan penularannya sangalah mudah, kedua penularannya sulit dideteksi siapa yang terjangkit dan yang menjangkiti, serta ketiga yang paling penting adalah sikap abai dari sebagian masyarakat terhadap potensi penyebaran dan mudarat covid-19 ini," tutur Kiai Wahyun Mawardi.

Menurutnya kebijakan untuk membuka kembali masjid itu boleh saja dilakukan, tetapi apakah ada yang menjamin masyarakat bisa disiplin dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat, sebagai syarat dibolehkannya tempat ibadah digunakan saat pandemi covid-19. Yang menjadi kekahwatiran jika gelombang kedua dari virus ini memuncak, dan masyarakat akan mulai dibuat bingung akibat dikelurkannya kebijakan penutupan masjid kembali.

Saat situasi seperti ini ditengah pandemi covid-19, beribadah tidak bisa mengedepankan perasaan dan kebiasaan, bayangkan ibadah haji yang merupakan rukun Islam dibatalkan, dan ibadah ini tidak ada alternarifnya.

"Kalau saya tetap menggunakan, sumber hukum _saddu dzariah_ pengambilan hukum preventif, yakni sebelum terjadi maka dicegah. Buat apa lagi melakukan pencegahan jika sudah terjangkit," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan kalau menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim Gugus Covid-19, di Sulbar, Mamasa merupakan daerah yang aman terhadap covid ini, tetapi pemerintahnya tegas dengan mengambil hukum preventif, dan itu boleh menurut hukum. Mendahulukan menghindari bahaya dari pada mengambil manfaat.

"Saya secara pribadi salut dengan pemerintah kabupaten Mamasa, meskipun dinyatakan zona hijau, tetapi sangat ketat dalam hal pencegahan. Bayangkan untuk bisa tembus ke daerah tersebut, harus melewati beberapa tes yang dilengkapi dengan surat jalan," kata Kiai Wahyun Mawardi.



Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments