Gelar Karpet 2000 Koin : IMM Majene Berdayakan Muallaf




Majene : Jumat 19 juni 2020

Melalui pesan terusan di Group whatsapp, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kab Majene, mengajak umat islam Indonesia dan Sulawesi barat pada khususnya untuk bergotong royong, membantu muallaf yang tidak berbekal harta saat memeluk islam, Dalam pesan sebaran itu Ketua Pelaksana 2000 Koin untuk Aisyiah (Sri Rahayu) menuliskan ;

"Aisyah adalah seorang Muallaf, dia memeluk islam diusia yang sangat muda (18 tahun),. Ketika ditanya tentang alasan kenapa dia berislam sedangkan keluarganya adalah pemeluk agama Nasrani yang taat, sebab ketenangan dirinya bergaul dengan temannya yang juga lebih dahulu berislam.
Walaupun ditengah konflik keluarga, ia mengakui bahwa alasan dia memeluk islam bukanlah semata mata faktor rasa sakit yang dia alami ketika diperlakukan tidak baik oleh suami dan keluarganya, tetapi keinginannya untuk berislam sudah ada sejak usia awal belasan tahun, Berbekal baju dibadan, dia Berjalan sejauh 12 kilometer, dari hutan salule,bo, hingga toabo. Dia tempuh selama (-+) 6 jam dengan berjalan kaki, hanya untuk mengatakan keislamannya, tanpa paksaan dari siappun 11 juni 2020, dia bersyahadat. (Semoga ia termaksud kedalam orang orang yang Allah berikan hidayah langsung kedalam hatinya).
Sekarang aisyiah tinggal sendiri ditengah keluarga baru yang mengajari dirinya dasar dasar islam.
Tanpa bekal harta, keluarga asal yang tidak mendukung, pengetahuan yang tidak cukup, dan iman yang lemah. Sekarang Aisyiah menyisir belukar kehidupannya sendiri. Tetapi tentu masih sangat berharap kepada Saudara saudaranya semuslim untuk membantu meringankan beban penghidupannya.
Sebab ia termaksud kedalam golongan orang yang berhak terhadap zakat, (QS:At-Taubah 60)
Mari membantu meringankan beban Aisyiah, dengan menyisikan koin sisa belanja kita sehari hari, semoga dengan sedekah yang kita keluarkan bisa menjadi salah satu alasan Aisyiah untuk beristiqomah didalam Islam" (pesan sengaja tidak diedit untuk menjaga autentisitasnya).

IMM Kab. Majene, secara umum, mengajak kita untuk turut berpartisipasi aktif dalam merawat dan memperhatikan muallaf sebagai bagian dari tanggung jawab persaudaran dalam Agama, juga bentuk gotong royong dan wajah umat islam dimata agama lain.

Saat diwawancarai via whatsapp, Sri rahayu menuturkan bahwa "Ini adalah langkah langkah kecil, untuk menunjukan tentang solidaritas Umat islam itu sendiri, bukan langkah besar, berharap sedikit banyaknya bisa menjadi gambaran  kepada Agama Non Muslim, tentang kerukunan umat islam, juga sebagai langkah fastabiqul khairat, membantu saudara kita yang baru saja memeluk islam yang tanpa berbekal harta dan pengetahuan, Hasil penggalangan dana ini, semoga cukup, akan dipergunakan untuk membekali aisyiah dengan mesin jahit, sebab ia memiliki bekal pengetahuan diwilayah tata busana, agar ia bisa berdaya dan dapat melanjutkan hidup" tuturnya.

Sri rahayu juga menambahkan bahwa langkah ini adalah bentuk pemberdayaan sosial, sebab pemberdayan itu, bukan memberi makan tetapi membantu memikirkan cara agar esok atau lusa Dia tetap bisa makan. Tutupnya.

Post a Comment

0 Comments