Mahalnya Nikmat Sehat Dan Kesempatan, Kiai Wahyun Mawardi : Jangan Mau Tertipu

Foto Sulbarmu.com : Direktur MBSAt-tanwir Mamuju, Kiai Wahyun Mawardi, Wakil Direktur MBS At-Tanwir Mamuju, Ustadz Abd Saidin, Kepala SMP Muhammadiyah Mamuju, Usatdz Basir Badul, Saat Rapat Evaluasi Rutin Bulanan melalui Zoom Could Meeting, Mamuju, Jum'at 1 Mei 2020.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- "Rasulullah SAW bersabda, ada dua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT sehingga banyak manusia tertipu dengan itu, yakni nikmat sehat dan kesempatan,"ucap Kiai Wahyun Mawardi selaku Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju, saat membawakan pengajian dalam rapat evaluasi rutin tiap bulan, melalui video could meeting, Jum'at (01/05/2020).

Ia menjelaskan keterkaitan antara hadits Rasulullah SAW, dengan situasi dan kondisi saat ini, dimana mahalnya dan berharganya nikmat sehat ditengah pandemi covid-19. Menurutnya salah satu faktor sehingga wabah virus ini semakin menyebar adalah sikap abai dari masyarakat yang tidak mematuhi himbauan dari pemerintah dan ulama.

"Alangkah mahalnya nikmat sehat ini, kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya jika Allah mencabut nikmat ini dari diri kita. Tentu ada rasa sedih dan khawatir sebab masih ada sebagian masyarakat yang belum bisa menyadari dan mengikuti maklumat dari pemerintah dan ulama, namun saya hanya bisa memberikan nasehat dan berdoa,"ujar Kiai Wahyun Mawardi.

Olehnya itu saya mengajak kepada seluruh keluarga besar MBS mari kita ikuti apa yang menjadi himbauan dari pemerintah dan ulama dalam hal ini pimpinan pusat Muhammadiyah, sebab ini adalah usaha dan ikhtiar kita agar tetap bisa menjaga nikmat sehat yang telah dititipkan kepada kita, tambahnya.

Kemudian nikmat kedua yakni kesempatan, nikmat ini berkaitan dengan etos kerja dalam mengambil setiap kesempatan di tengah wabah covid-19 melanda, sebab jika kita tidak manfaatkan dengan hal-hal positif tentu ini yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Orang yang lalai dan tertipu.

"Tadi malam saya membaca berita dari media, ada sekitar 56% sekolah swasta kesulitan biaya operasional akibat dampak pendemi Covid-19. Nah, pondok pesantren yang pada umumnya dikelola swasta juga terkena dampak. Olehnya itu mari kita berusaha sekuat tenaga untuk mencari peluang dan kesempatan agar lembaga kita MBS ini bisa ada usaha usaha produktif yang dapat membantu kegiatan operasional sekolah," tutur Kiai Wahyun.

Salah satu upaya yang pondok pesantren Modern At-tanwir Mamuju lalukan dalam mengambil peluang dan kesempatan tersebut, baru-baru ini mendirikan MBS Mart dengan menggunakan sistem delivery order.

"Saya berharap warga MBS khususnya dan warga persyarikatan dapat memanfaatkan keberadaan MBS MART ini dengan belanja tanpa harus keluar rumah. Ini juga dalam rangka menguatkan social Distancing dan pysical Distancing,"terangnya.




Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments