Hikmah Dibalik Corona Virus (Covid-19)

Foto : Ketua Forum Guru Muhammadiyah Sulawesi Barat, Basir Badul, S.Pd.I



SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Sejak munculnya corona virus (covid-19) di negeri Cina kota Wuhan, pada 8 Desember 2019 lalu, hingga akhirnya menyebar di 76 negara, sebanyak 90.426 orang telah terinfeksi, sementara 3.116 orang meninggal dunia.

Kemudian pada akhir Maret kemarin, Presiden Jokowi lewat Ketua Gugus Penanggulangan Covid 19 mengumumkan peningkatan drastis setiap harinya dan saat ini menginjak angka 1.708 orang warga negara Indonesia positif corona, 1.508 dalam perawatan dan yang meninggal 170 pasien yang tersebar diseluruh indonesia.

Rakyat pun menjadi panik, seolah covid-19 adalah malaikat maut sedang memburunya yang setiap saat kapan dan dimana pun berada bisa saja mendatanginya. Maka sejak pemberitaan dimedia meramaikan jagat ini, rakyat Indonesia berbondong-bondong memborong masker yang ada disetiap tokoh dan apotik, bahkan ada oknum yang dengan sengaja menimbunnya untuk menjajalkan kembali dengan harga fantastis yang tidak masuk akal, pada akhirnya berimbas pada masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker.

Tak hanya masker, rempah-rempah seperti kunyit, jahe, temulawak pun mendadak laris manis di pasaran. Katanya ramuan tersebut mampu menangkal corona, padahal bukan menangkal, tapi lebih kepada penjagaan imunitas tubuh saja. Selain itu Hand sanitaizer pun ikutan menjadi barang yang paling diburu oleh masyrakat, akibatnya semua benda dan alat tersebut harganya melonjak naik secara drastis di pasaran, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Dibalik munculnya corona virus (covid-19), ada hikmah dan hal menarik yang bisa dipetik. Banyak orang yang pada akhirnya lebih aware terhadap kesehatan dan kebersihan, semula malas cuci tangan dan mandi, sekarang mungkin akan lebih rajin melakukannya sebab rasa takut akan terkena virus corona. Yang tadinya tak peduli dengan asupan gizi dari makanan yang dikomsumsi, kini lebih peduli bahkan ramai-ramai mengkonsumsi herbal.

Beginilah cara Allah SWT ‘bekerja’ mengembalikan manusia kepada fitrahnya. Sebenarnya tanpa adanya virus corona, semestinya manusia menyadari bahwa kebersihan dan kesehatan layak menjadi perhatian khusus, sebab bukan hanya demi maslahat atas diri kita, tapi begitulah perintah dalam syariat islam yang diturunkan oleh Allah SWT. Sebagaimana hadits Nabi Rasulullah SAW. “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih,"
(HR Ath-Thabrani).

Ibrah yang lain dengan munculnya corona virus (covid-19), kita juga diingatkan untuk senantiasa mengonsumsi makanan yang halal dan toyib, karena sejatinya awal mula kemunculan virus tersebut adalah dari hewan liar yang dikonsumsi. Sementara dalam Islam persoalan makan pun ada aturannya. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu," (QS.Al Baqarah : 172).

Hakikatnya segala penyakit datang dari Allah, maka berpasrahlah kepada Allah. Yakni dengan tetap melakukan ikhtiar yang kita mampu untuk mencegah dari penyakit tersebut. Eratkan pemahaman kita tentang qodha dan qodar dari Allah SWT. Bahwa segala sesuatu tidak akan mungkin terjadi tanpa seizinnya, tentu sikap terbaik adalah pasrah dengan tetap berikhtiar untuk melakukan pencegahan. Adapun pencegahan terbaik adalah dengan kembali kepada syariat Islam, sebab dalam syariat pasti ada maslahat, pun kita akan mendapat ridhoNya sebab dalam tunduk pada syariatnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

"Kita tentunya berharap semua yang Allah SWT perlihatkan dan tampakkan kepada kita sebagai cobaan dan ujian hidup ini, maka patutlah kita mengambil pelajaran penting dari peristawa pandemi Covid -19. Semoga musibah ini segera berlalu agar kita bisa menyambut bulan Suci Ramadhan dengan hati tentram, tenang dan kembali membangun kebersamaan tanpa ada rasa khawatir dan rasa takut, sebab pandemi covid-19 sudah berlalu, mari kita cegah dengan ikuti instruksi dari pemerintah dan ulama kita,".




Penulis. : Basir S.Pd.I, Ketua FGM Sulbar
Editor.   : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments