Perpanjang Belajar Dirumah, Mudir MBS : Ada Bonus Bagi Guru Aktif Dan Wali Santri

Foto : Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju, Kiai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd.


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Dalam rangka mencegah penularan Covid-19 Corona, Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju, perpanjang waktu pembelajaran daring (jarak jauh belajar dari rumah) sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan, sembari menunggu perkembangan situasi dan kondisi daerah, Selasa (31/03/2020).

Keputusa tersebut diambil berdasarkan, surat edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring, surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia, keputusan Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana Nomor 13. A tahun 2020, Surat edaran Gubernur Sulawesi Barat nomor 7 tahun 2020, Surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat dan Suarat Edaran Bupati Mamuju tentang pencegahan penyebaran dan penularan corona virus Deseace (Covid-19).

"Anak-anak adalah media yang paling rawan dalam penyebaran dan penularan covid-19 ini, sebab secara emosional mereka fitrahnya dunia main, candaan dan sering kali berinterkasi tanpa terkendali sehingga dikhawatirkan guru-guru kewalahan dalam melaksanakan tugas pembinaan terkait penyebaran virus yang mematikan ini, olehnya itu sangat tepat apa yang diputuskan oleh pemerintah kita demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa indonesia," ucap Kiai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, Selaku Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju.

Pembelajaran daring (jarak jauh) dengan memanfaatkan tekhnologi telah diinstruksikan dan wajib dilaksanakan oleh guru-guru dirumah, baik itu memberikan tugas dirumah, juga melakukan tatap muka melalui video cald (VC), maupun menggunakan aplikasi zoom could meeting, tambahnya.

"kami berharap orang tua siswa/santri bisa memfasilitasi proses belajar anaknya dirumah, mengontrol ruang gerak dan aktifitasnya selama dirumah, bila perlu jangan keluar rumah kecuali hal-hal yang mendesak, jagan sampai sekolah membuat keputusan belajar dirumah tetapi malah keluyuran, tentu ini bukan harapan kami," ujar Kiyai Wahyun.

Kemudian bagi guru-guru mata pelajaran maupun guru kelas, baik itu SMK, SMA, SMP dan SD agar memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya selama proses pembelajaran dirumah, sebab nantinya bagi guru yang rajin melaksanakan proses pembeajaran daring akan diberi rewod berupa bonus dari sekolah.

"biasanya ada alasan tidak punya paket data atau pulsa dalam melaksanakan proses pembelajaran, untuk itu saya meminta Kepala-Kepala Sekolah agar mengontrol siapa saja yang aktif dalam menjalankan tugasnya dan nanti akan diberikan bonus,"

Selain itu, bagi orang tua santri/siswa yang memiliki kualifikasi ekonomi menengah kebawah yang betul-betul layak untuk dibantu, maka pihak sekolah akan memberikan keringanan berupa tunjangan yang memudahkan proses pembelajaran daring dirumah.



Editor : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments