Muktamar Resmi Diundur, PWM Sulbar Apresiasi Langkah Capat PP Muhammadiyah

Foto : Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kiai Wahyun Mawardi, Ketua Pimpinan Aisyiyah Sulawesi Barat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, H. Hasbullah Quraisy, SE.,M.Si, Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, DR. Muchtar, SE.,M.Si, Saat Mengikuti Rapat Pleno Diperluas Di Aula Kantor STIE Muhammadiyah Mamuju, Sabtu 21 Maret 2020.


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat mengikuti rapat pleno diperluas yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Melalui Teleconfrensi video di Aula Kantor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju, Sabtu (21/03/2020).

Dalam rapat tersebut Pimpinan Pusat Muhammadiyah membahas situasi nasional dan internasional terkait covid 19 (corona), juga pengunduran pelaksanaan muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah ke 48 di kota surakarta.

Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Natsir menyampaikan mencermati situasi dan kondisi saat ini, pimpinan pusat muhammadiyah harus mengambil kebijakan dan keputusan yang strategis yang harus melibatkan semua pimpinan wilayah se indonesia tentang pengunduran muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Solo.

"Saat ini baru pertama kali kita melaksanakan rapat dengan menggunakan tekhnologi, semoga nantinya hal seperti ini bisa sering dilakukan. Pimpinan Pusat dalam situasi darurat ini, maka harus mengambil keputusan darurat pula demi kemaslahatan bersama, olehnya itu kami mengundur pelaksanaan muktamar pada bulan juli dan akan digelar pada bulan Desember tanggal 24 - 27 mendatang," ujar Prof Haedar Natsir.

Kami mohon pengertian dan dukungan dari semua pihak, kita berharap semoga bisa keluar dari musibah nasional dan internasional ini, tambahnya.


Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kiai Wahyun Mawardi, mengatakan menerima keputusan pimpinan pusat dan menunggu terbitnya surat edaran penetapan muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, tentunya Pimpinan Pusat sudah memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan, apalagi pelaksanaan muktamar dilaksanakan akhir tahun, perlu kiranya memperhitungkan kebijakan transportasi dengan melakukan kerjasama dengan maskapai berkaitan dengan bagasi.

"kami sangat responsif apa yang menjadi kebijakan dan keputusan pimpinan pusat yang sudah tepat dalam mengambil langkah. Kami juga apresiasi pelaksanaan rapat pleno kali ini dengan menggunakan dan memanfaatkan tekhnologi, ini menandakan bahwa muhammadiyah semakin berkemajuan," tutur Kiai Wahyun Mawardi.


lebih lanjut ia mengatakan kedepan mungkin setiap rapat pimpinan juga majelis-majelis untuk memanfaatkan teleconfrensi video, sebab selain efesiensi waktu juga mengirit biaya, apalagi wilayah bagian timur Indonesia.

Kemudian Kiai Wahyun Mawardi dalam kesempatan itu pula, mengundang secara pribadi Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Natsir, untuk datang ke Sulawesi Barat untuk menghadiri acara pengajian akbar dengan harapan memberikan motivasi, dorongan dan semangat bagi warga persyarikatan berkaitan dengan perubahan bentuk dari STIE Muhammadiyah Mamuju menjadi Universitas yang sementara sudah berjalan.

Dalam rapat itu, turut hadir Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Ketua dan Pimpinan 'Aisyiyah Sulawesi Barat, Ketua Pimpinan Daerah Mamuju dan Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan dan Staff STIE Muhammadiyah Mamuju atas bantuan dan dukungan dalam pelaksanaan rapat pleno diperluas via teleconfrensi bersama PP Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Se- Indonesia," ucap Kiai Wahyun Mawardi.





Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments