Pertemuan Dua Tokoh IMM, Diskusi Seputar Kesenjangan Sosial

Foto : Ketua Umum IMM Mamuju, Mursalim Bersama Ketua Umum IMM Majene, di Warkop Kanneq Mamuju, Rabu 29 Januari 2020.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju, Mursalim dan Ketua PC IMM Majene, Albar, laksanakan pertemuan di Warkop Kanneq, Mamuju, Rabu (29/01/2020).

Pertemuan tersebut membahas kondisi Sulbar yang akhir-akhir ini banyak tejadi kesenjangan sosial, mulai dari konstalasi perpolitikan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang melibatkan empat kabupaten, Mamuju, Majene, Mamuju Tengah dan Pasangkayu di Sulawesi Barat, yang mengarah pada politik identitas melibatkan kaum feodalisme, pemilik modal sehingga nampak perbedaan antara simiskin dan sikaya.

Ketua IMM Mamuju, Mursalim mengatakan hal yang paling prinsip perlu diperhatikan dan diperjuangkan oleh elite politik saat ini untuk menghadapi pilkada serentak 2020 adalah persoalan kemanusiaan, sebagai bahan bacaan yang diangkat kepermukaan melihat dari banyaknya terjadi kesenjangan sosial di Provinsi Sulawesi Barat khususnya di Mamuju.

Berbicara soal kesenjangan sosial, bukanlah hal yang baru di mata pemuda utamanya mahasiswa, sebab ini adalah hal yang sangat mendasar. Terjadinya ketimpangan dalam kehidupan sosial yang ada dalam masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok.

Beberapa yang menjadi faktor penyebab terjadinya kesenjangan sosial ini di antaranya adalah kemisikinan dan kurangnya lapangan pekerjan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan dan inilah penyebab utama terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat.

"Tentu pemerintah harus memikirkan solusi bagi rakyatnya, utamanya persoalan lapangan kerja," ucap Mursalim.

Meningkatnya jumlah penduduk yang tidak dibarengi dengan tersedianya lapangan kerja yang memadai, mengakibatkan jumlah pengangguran semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan yang memiliki pengaruh sangat besar dalam perekonomian masyarakat, sedangkan masalah perekonomian menjadi faktor utama terjadinya kesenjangan sosial.

Menurut Mursalim, salah satu karakteristik tenaga kerja di Indonesia adalah laju pertumbuhan tenaga kerja lebih tinggi ketimbang laju pertumbuhan lapangan kerja. Berbeda dengan negara-negara Eropa dan Amerika, dimana lapangan pekerjaan masih berlebih.

Dilain pihak Albar, selaku ketua IMM Majene, menyinggung soal sistem birokrasi yang selama ini dibangun oleh pihak eksekutif dan legislatif sulbar yang tidak jelas arah pembangunannya, sehingga jika dilihat dari pembangunan di Sulawesi Barat belum ada yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat baik dari sisi infrastruktur maupun ekonomi produktif yang kurang melibatkan masyarakat lokal.

Dari kasus di atas maka timbul pertanyaan, Apakah beberapa penyebab kesenjangan yang terjadi itu diakibatkan seperti, kurangnya sumber daya manusia pencipta lapangan kerja, kelebihan penduduk/pencari kerja, kurangnya jalinan komunikasi antara si pencari kerja dengan pengusaha, kurangnya pendidikan untuk pewirausaha.??

Singkatnya kesenjangan sosial akan semakin memprihatinkan bila tidak ditangani dengan segera, sehingga ini penting untuk diperhatikan, dan siapa pun yang menjadi nahkoda kedepan baik dari tingkat daerah maupun cakupan Sulbar harus serius memperjuangkan kepentingan-kepentingan masyarakat luas.





Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments