MPM Sulbar Gelar Rakerwil : Bachtiar, Ayo Tepuk Tangan Bersama-sama

Foto : Sekretaris MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.l.,MPA, Ketua Wilayah Muhamamdiyah Sulawesi Barat, Kyai Wahyun Mawardi, M.Pd, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Membidangi MPM, Ir. H. Lukman Sanusi, M.Si, Ketua MPM Sulawesi Barat, Drs. Muhammad Qassim, di Aula Kantor DPRD Mamuju, Minggu 26 Januari 2029.

 
SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Sulawesi Barat laksanakan rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Aula Kantor DPRD Mamuju, Minggu (26/01/2020).

Raker yang mengusung tema Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Surakarta Jawa Tengah, Memajukan Indonesia mencerahkan Semesta (selama rakyat menderita tidak ada kata istirahat), dirangkaikan dengan Sosialisasi Pendaftaran Online Peserta Muktamar dan Penggmebira.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekretaris Umum MPM Pimpinan Pusat, Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua Devisi Advokasi MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irvan Mawardi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kyai Wahyun Mawardi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat yang membidangi MPM, Ketua MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Muhammad Qassim, Ketua Lazismu Sulawesi Barat, Abd. Rahman Djafar, Ketua Majelis Dikdasmen Sulawsi Barat, Pimpinan MDMC Sulawesi Barat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mandar, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Se Sulawesi Barat, Sekretaris eksekutif Pimpinan Derah Muhammadiyah Se Sulawesi Barat, Jamaah Ternak Muhamamdiyah dan tamu undangan lainnya.

Ketua MPM Sulawesi Barat, Muhammad Qasim, mengatakan majelis pemberdayaan masyarakat merupakan wujud atau implementasi dari suarah al-maun, program-program yang menjadi ciri khas MPM adalah bagaimana meningkatkan kesejahtraan ummat sebagi upaya mengatasi dan meretas kemiskinan agar tidak mnejadi bagian dari pendusta agama, sehingga motto MPM memang sesuai apa yang diharapkan bersama,
"selama rakyat menderita maka tdk ada kata istirahat".

"Kami ucapkan terimakasi kepada Sekwan DPRD Mamuju yang juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sulbar membidangi MPM, Bapak Lukman Sanusi telah memfasilitasi kegiatan kami digedung yang mewah ini, mulai materi, tenaga dan pikirannya. Juga kepada panitia adik-adik IMM yang sudah banyak membantu kami mulai dari perencanaan sampai saat ini shingga rakerwil ini berjalan," ucap Muhmamad Qassim.

Foto : Peserta Rakerwil MPM Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Barat.

Pimpinan Wilayah Muhammadiayah Sulbar yang membidangi MPM, Ir. Lukman Sanusi, dalam sambutannya memaparkan alhamdilillah peserta MPM kali ini sangat antusias mengikuti rakerwil, ternyata bukan pemerintah saja yang panggil baru datang, tetapi meskipun organisasi yang panggil semangatnya masih luar biasa, dan ini patut diapresiasi.

"Di Mamuju ini, kita memiliki potensi pemberdayaan yang cukup melimpah, bagimana melibatkan masyarakat untuk membangun sektor prekonomian, tentu kita membutuhkan proses dan stimulan, sebab dari sebelas kecamatan yang ada di Mamuju ini delapan diantaranya daerah psesisir dan dari sebelas kecamatan ini potensi pertanian dan perkebunan kita sangat bagus,"ujar Lukman Sanusi.

Potensi yang dimaksud disini adalah sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manegerial (SDM) sangat mendukug, sehingga paradigma dakwah yang dulunya hanya bisa dilaksanakan di masjid dan sekolah-sekolah bisa dirubah dengan memasukkan konsep pemberdayaan didalamnya, dan peran MPM yang bisa mewujudkan itu.

"Alhamdulillah dari bantuan pimpinan pusat sekira 25 ekor kita bisa kembangkan menjadi26 ekor, sebab yang kita bangun dalam pengelolaan ini adalah kejujuran dalam pemberdayaan. Nantinya sapi-sapi ini yang akan kita jadikan qurban pada saat idul adha tiba," tuturnya.

Sementara Sektetaris MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan ada tiga prinsip dan komitmen yang harus dipegang oleh setiap anggota MPM, yakni komitmen keagamaan, kebangsaan dan keorganisasian. Dalam hal konstitusi saja negara menjamin kesejahtraan warga negaranya, sehingga muhammadiyah tampil dengan pola penggabungan peran-peran itu dijadikan dasar untuk memajukan ummat.

"Sebenarnya sudah beberapa kali saya rencanakan untuk ke Mamuju, tetapi karna sesuatu hal sehingga sehingga belum bisa tercaapi, dan ke Mamuju ini saya menunaiakan hajat dan hutang saya. Alhamdulilah ketika saya mendengar sambutan dan pidato dari dari Pak Lukman Sanusi saya menjadi optimis bahwa Muhammadiyah Sulawesi Barat akan maju nantinya," Papar Bachtiar.

Kalau mau tepuk tangan, mari tepuk tangan bareng-bareng, yang pusat tepuk tangan yang daerah juga harus bersama beriringan. Jangan hanya yang dipusat semangatnya tinggi dan menaruh harapan besar, yang di daerah harus lebih semangat lagi, tambahnya.



Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments