Dzikir Pengakuan Sebagai Hamba Yang Dzalim

Foto : Doc. www.yufid.com, www.konsultasisyariah.com

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Kultum hari ini dengan tema "Dzikir Pengakuan Sebagai Hamba yang Dzalim" oleh Ustadz Furqan, di Masjid Darul Ulum STIE Muhammadiyah Mamuju, Kamis (16/01/2020).

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, namun sebaik-baik manusia adalah ketika melakukan kesalahan, langsung mengingat Allah Swt, dan memohon ampunan atas kesalahan yang dilakukan.
Hadits Rasulullah SAW :

َ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
(HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan)

Dikisahkan dari Nabi Yunus As, ketika ia berdakwah kepada ummatnya, mereka malah membantah nabi Yunus dan tidak mendengar apa yang dikatakan, kemudian memutuskan untuk meninggalkan kaumnya karena marah, maka nabi yunus ke tepi laut dan naik kapal bersama rombongan, ombak laut menjadi kencang dan dahsyat membuat kapal terombang-ambing dan oleng, kemudian barang-barang yang di atas kapal di buang kelaut untuk mengurangi beban kapal, namun kapal itu masih saja oleng, maka para penumpangnya bermusyawarah untuk mengurangi lagi beban kapal, merekapun melakukan undian, hingga 3 kali dilakukan undian ternyata undian itu tetap jatuh kepada nabi yunus.

Pada saat yang bersamaan, Allah telah mengirimkan ikan besar kepadanya dan mengilhamkan kepadanya untuk menelan Yunus dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya, maka ikan itu melakukannya. Setelah beberapa hari dalam perut ikan nabi yunus mengakui ke dzalimannya telah meninggalkan kaumnya tanpa perintah Allah SWT. Kemudia nabi yunus membaca dzikir
“Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz
dzaalimiin (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau). Ya AllahMaha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah
termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya.

Dzikir ini tertulis dalam QS. AL Anbiyaa ayat 87.
Adapun keutamaan dari dzikir ini yaitu :
Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan
paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz
dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali
Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk
di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah
seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).

"Dari kisah nabi Yunus diatas dapat kita dapat pahami bahwa, perbuatan dzalim bukan hanya ketika kita menyakiti orang lain, akan tetapi perbuatan dzalim itu ketika kita tidak memanfaaatkan nikmat-nikmat Allah SWT yang telah di di berikan kepada kita, seperti nikmat penglihatan tidak gunakan di jalan ALLAH, dan nikmat-nimat lainnya tidak di gunakan untuk melaksanakan perintah ALLAH SWT dan menjauhi yang di larangya maka sama halnya telah menzalimi diri sendiri,".

Bukan hanya nabi Yunus, nabi-nabi yang lain pun pernah berbuat dzalim dari perintah Allah SWT. Sebagai manusia biasa dalam kehidupan sehari-hari entah berapa kali kita berbuat kedzaliman terhadap orang lain dan diri sendiri, dengan tidak menggunakan Nikmat Allah SWT sebaik-baiknya di jalannya.

"Oleh karena itu, semoga Allah mengampuni segala perbuatan dzalim yang pernah kita lakukan baik kepada orang lain dan kepada diri sendiri. Dengan mengamalkan doa dzikir sebagaimana yang di amlkan oleh nabi yunus ini setiap hari dan segera mengingat Allah SWT ketika berbuat dzalim".




Penulis. : Immwan Bukhori
Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments