Dzikir Memohon Perlindungan Dari Bala Dan Bahaya

Foto : http://facebook.com, gamba-gambar Islami.

Oleh : Ustadz Furqan Mawardi, Bab Zikir, Senin, 20 Januari 2020.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Banyak manusia memandang musibah adalah sebuah fenomena alam yang biasa terjadi, kecuali orang-orang yang beriman. Orang yang beriman akan memandang bahwa bencana terjadi tidak lain adalah bentuk musibah atau bala (kasih sayang) Allah SWT. Jadi Musibah adalah azab dari ALLAH SWT akibat perbuatan manusia yang melampaui batas, dan bala adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya untuk kembali kejalannya.

Allah mengirimkan musibah kepada manusia sebagai azab, bagi mereka yang betul-betul tidak mendengarkan ajaran-ajaran yang telah di sampaikan oleh para nabi dan rosul sebagaimana kisah kaum tsamud, Luth, dan lainnya, yang Allah kisahkan dalam Al-Quran.

Dalam (QS. An-Nahl : 112) Allah Swt, menjelaskan tentang suatu perumpamaan sebuah negeri yang aman dan tentram akan tetapi setelah beberapa hari, bulan, tahun, Allah mendatangkan azab bagi mereka akibat dari perbuatan -perbuatan mereka,
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat".

Seperti diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabdanya:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ الله

Artinya : "Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri”. (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).
Allah mengirimkan bala kepada manusia adalah sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk kembali kejalannya, karena sibuk dengan pekerjaan, perdagangan, sehingga waktu bersama keluarga dan Dzikir (mengingat Allah) sangat sedikit.

"Maka mari kita berlindung kepada Allah dengan mengamalkan salah satu dzikir pada waktu bukrotan wa ashila (pagi dan petang), serta sebagaimana yang di contohkan Nabi Muhammad SAW : Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim
“(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".



Penulis. : Immawan Bukhori
Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments