Dukung Program Aisyiyah, Bupati Mamuju Kerahkan OPD Dan Desa Berkolaborasi Perangi Stunting

Foto : Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Acara Festival Rumah Gizi dan Laouncing KKN Tematik Mahaisswa STIE Muhammadiyah Mamuju, di Gedung Pemuda Mamuju, Jumat 10 Januari 2020.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Bupati Mamuju, Habsi Wahid, mengatakan Pemerintah daerah akan mengeluarkan suatu kebijakan dalam bentuk peraturan daerah yang melibatkan stake kholder, seperti Sekolah Tinggi, Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan PAUD yang menjadi suatu penggerak dalam memerangi Stunting melalui BAPEPAN yang saat ini sudah tahap perampungan.

"Sementara ini kita menyusun strategi langkah-langkah bagiamana pendekatan kita didalam mengatasi masalah Stunting ini, Kalau tidak salah presentasenya Mamuju ini sekitar 20 persen ke atas, kalau kita melihat dari segi kesehatan ini sudah hampir akut, demikian juga gizi buruk, Mamuju ini tergolong pada frekuensi diatas lima persen, ini artinya suatu kasus yang harus kita atasi bersama-sama," ucap Habsi Wahid, saat menyampaikan sambutannya, di Geudng Pemuda Mamuju, Jumat (10/01/2020).

Habsi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aisyiyah yang telah menginisiasi kegiatan rumah gizi di Mamuju, sebab persoalan gizi sangat mempengaruhi dalam tumbuh kembang anak, karna gizi inilah memberikan suatu pernutrisi pada anak agar menjadi suatu generasi yang bisa diharapkan menjadi generasi yg paripurna pada masa-masa yg akan datang.

"Kita juga kolaborasikan dengan OPD dalam   penanganan santing ini, diantaranya dinas PUPR, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kesehatan, Pendidikan, Kominfo dan Ketahanan Pangan.
Inilah awal yang kita mencoba mengkolaborasikan untuk kita bawa ke masyarakat desa, untuk betul-betul bisa mengatasi persoalan ini," tuturnya.

Nanti dari beberapa OPD ini kita jadikan tim work, dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang terkoneksi sehingga masyarakat kita yang ada di desa bisa dilakukan edukasi yang baik, tambahnya.

"Untuk desa dan kelurahan kita sudah membuat surat edaran, terutama kepala desa kita informasikan ADD desa bisa disuplai dalam rangka penanganan Stunting.Tahun 2020 kita akan mengalokasikan dana desa, sehingga satu dua tahun bisa kita atasi bersama-sama," papar Habsi.




Editor  : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments