Workshop Resmi Ditutup : Marpuji Ali, Jangan Memandang Muhammadiyah Kecil

Foto : Ketua Panitia Muktamar Ke 48, Marpuji Ali, M.SI, Sekertaris Panitia, Dr.M. Nurul Yamin, M.SI, Saat Menghadiri Penutupan Workshop Pendaftaran Online, Sabtu 28 Desember 2019.

SULBARMU.COM, Surakarta.-- "Jika ada peserta muktamar yang belum mempunyai kartu tanda anggota (KTA) Muhammadiyah, itu menjadi tugas dan tanggung jawab Pimpinan Wilayah Muhammaidyah disetiap Provinsi," Hal itu diucapkan Marpuji Ali, Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat menutup kegiatan Workshop Pendaftaran Online Muktamar Muhammadiyah, di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu, (28/12/2019).

Kemudian ia juga menyampaikan kepada seluruh sekretaris-sekretaris Pimpinan Wilayah dan Aisyiyah se Indonesia dua hal yang mesti dirampungkan dan disosialisasikan ketika kembali ke daerahnya. Pertama agar semua amal usaha memproses surat keputusan pengesahan pendirian, sebab PP Muhammadiyah dan kementrian pajak sudah melaksanakan MOU, sehingga semua izin melalui pimpinan Pusat.

Kedua amal usaha yang sudah mempunyai surat keputusan pengesahan pendirian maka segera mengurus dan menerbitkan nomor induk berusaha (NIB), sebab bagi amal usaha yang tidak mempunyai NIB tidak bisa mendapatkan bantuan dari pusat maupun dari Pemerintah Daerah.

"kami berharap persoalan ini sudah selesai sebelum muktamar dilaksanakan, Bagi yang berjasa dalam pendirian amal usaha, tidak usah takut atau pun khawatir, sebab dalam prosesnya masih tercantum dan terikat dari sejarah," tutur Marpuji Ali.

Marpuji yang juga selaku Ketua Panitia Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Surakarta melaporkan sekira Rp 30 milyar lebih biaya persiapan muktamar, kemudian ditambah RP 15 milyar dari Pimpinan Pusat.

"Kami persiapkan anggaran kurang lebih sekira Rp 45 milyar dan anggaran ini hasil ta'awun dari PTM, SMA/SMK, SMP, Pondok Pesantren dan rumah-rumah sakit Muhammadiyah, juga ada tambahan dari pimpinan pusat," terangnya.

Lebih lanjut Marpuji mengatakan meskipun banyak yang menawari sponsor kepada panitia, bahkan bisa membiayai kegiatan lebih dari 50% tetapi kami tolak sebab yang siap menjadi sponsor yaitu perusahaan rokok, minuman keras (miras) dan hal-hal yang berbau politik.

"Jangan membuat Muhammadiyah ini kecil, jadikan Muhammadiyah ini besar dengan kemandiriannya tanpa ketergantungan," ujar Marpuji.

Kemudian ia memaparkan mungkin pandangan orang-orang yang mata duitan ia akan mengatakan, mengapa Muhammadiyah melaksanakan muktamar dengan anggaran yang besar yang justru menghabiskan dana, tetapi bagi orang-orang yang melihat dari positifnya ia akan mengatakan, muktamar itu merupakan injeksi, memberi semangat berkumpul, semangat bersiaturahim.

"Semangat itu lah nantinya ketika peserta muktamar pulang, ia akan berlomba-lomba dan berbondong-bondong untuk mendirikan amal usaha, jadi 100 yang kita keluarkan hari ini, kedepan akan bertambah berkali-kali lipat," pungkasnya.





Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments