MBS At-Tanwir Gelar Pembekalan Khusus : KH Yunus Muhammady Harus Berani Buat Gebrakan

Foto : Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kaharuddin Baso Bersama H. Anshar Musman, Ketua ITMAM KH. Yunus Muhammady, Wakil Direktur MBS At-tanwir Mamuju, Abd Saidin, dalam Acara Pembekalan Khusus bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MBS At-tanwir Mamuju, Minggu 01 Desember 2019.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Pondok Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju menggelar pembekalan khusus bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang dibawakan  KH. Yunus Muhammady selaku Ketua Ittihadul Ma'ahid Al muhamamdiyah (ITMAM), Minggu (01/12/2019).

Dalam Pembekalan dengan agenda Kunjungan tersebut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, Kaharuddin Baso dan H. Anshar Musman, Wakil Ketua Empat STIE Muhammadiyah Mamuju, Furqan Mawardi, Wakil Direktur MBS At-tanwir Mamuju, Abd. Saidin, Kepala Sekolah, guru-guru dan staf.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, Kaharuddin Baso dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasi kepada KH. Yunus Muhammady atas kunjungan dan kesediaannya memberikan pembekalan bagi pendidik dan tenaga kependidikan di MBS At-tanwir, sebab ini hal penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Saya pernah berbincang dengan Kyai Wahyun Mawardi, dari hasil diskusi itu hingga kesimpulannya beliau memaparkan kalau sekelas Makassar di Mamuju kita juga bisa buat Boarding asal semua unsur saling mensupor dan mendorong," tutur Kaharuddin.

Perguruan Muhammadiyah sejak tahun 2006 sudah berdiri, waktu itu masih numpang belajar di Kampus satu STIE Muhammadiyah Mamuju, namun perubahan menjadi boarding baru dua tahun digenjot oleh Kyai Wahyun Mawardi, tambahnya.

Agar Pondok Pesantren bisa berkembang dan maju, KH. Yunus Muhammady memaparkan harus direformasi secara menyeluruh melalui gebrakan-gebrakan, dengan menggunakan sistem terintegrasi satu komando dibawah pimpinan pondok dalam hal ini adalah direktur.

Kemudian harus berani semua sistem pembelajaran menggunakan model kurikulum pondok pesantren, agar melahirkan kader dan lulusan yang berkualitas dengan penanaman ilmu agama.

"Nanti ketika penerimaan santri baru saya usulkan agar menerima saja santri yang mau mondok, atau dengan pola ada kelas reguler dan non reguler, agar kita bisa lihat dampaknya kedepan," terang KH. Yunus.

Jika tidak menggunakan sistem itu maka tidak ada kemajuan bagi pondok pesantren dan akan begitu-begitu terus kedepannya, apa lagi saya sangat kenal sekali dengan Kyai Wahyun saya lihat semangatnya tinggi tinggal dorongan, saling mensuport dan kerjasama dari berbagi pihak, baik itu Pimpinan Cabang dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, tambahnya.




Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments