IMM Mamuju Gelar Musycab : Lukman Umar, IMM Harus Kembali Ke Masjid

Foto : Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mamuju, Lukman Umar, S.Pd.,M.Si Saat Menyampaikan Amanahnya, Sabtu 21 Desember 2019.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju menggelar Pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) ke delapan bertempat di Aula Kantor Bupati, Sabtu (21/12/2019).

Musycab dengan tema "Membumikan Gerakan Trilogi Demi Mamuju Yang Mencerahkan" yang dirangkaikan dialog kebangsaan "Peran Pemuda Dalam Mengawal Pilkada 2020, menyasar kepada tamu undangan, Organisasi Kepemudaan (OKP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan kader IMM baik dari Komisariat juga Cabang IMM Mamuju.

Adapun Narasumber dalam dialog tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Barat Republik Indonesia, Lukman Umar, S.Pd.,M.Si, Komisioner Bawaslu Kabupaten Mamuju, Faisal Jumalang, Ketua Pemuda Muhammadiyah Mamuju, Suryansyah, dan Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Sulawesi Barat, Ilham.

Ketu Cabang IMM Mamuju, Rahman, mengatakan musyawarah cabang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat pimpinan cabang, sebagai penentu nahkoda baru dalam satu periode kedepan, sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik dan memilih pemimpin yang layak, sebab setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.

Foto : Kepala Perwakilan Ombudsman, Ketua Tapak Suci, Sulbar, Asisten Dua Mamuju, Ketua DPD IMM Sulbar, Ketua Pemuda Muhammadiyah Mamuju, Ketua Hizbul Whatan Mamuju.

Ketua DPD IMM Sulawesi Barat, Arman memaparkan IMM Cabang Mamuju adalah cabang tertua yg ada di Sulbar, 
di sepanjang perjalanannya mempunyai dinamika tersendiri dalam proses kepemimpinnnya. Gerakan Trilogi tak sekedar konsep belaka, tetapi merupakan roh dan batang tubuh dari IMM itu sendiri, sehingga kader dituntut untuk mengejwantahkan dan mengimplementasikan dari cita-cita IMM.
  
"Saya mempunyai harapan yang sangat besar kepada IMM Mamuju, sebab ia merupakan induk dari ibu kota Sulbar. IMM Mamuju kedepan harus menjadi penengah dari politik praktis yang akan kita hadapi kedepan yakni Pilkada serentak 2020, semoga nahkoda baru dapat menorehkan sejarah dengan tinta emas," Papar Arman.

Foto : Narasumber Dialog Kebangsaan 

Sementara Asisten dua Syamsul suddin, mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak hadiran Bupati Mamuju, sebab ada kegiatan bertepatan yang sama pentingnya, ia menyampaikan pesan bupati selamat bagi adik-adik IMM yang melaksanakan Musycab yang ke delapan. 

"Kami berharap mudah-mudahan dalam pelaksanaan musyawarah dapat melahirkan rekomendasi dan kemajuan bagi organisasi dan daerah  serta dapat bersinergi bersama pemerintah Mamuju," Ujarnya.


Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mamuju, juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar RI, Lukman Umar dalam Amanahnya menyampaikan pesan kepada Asisten dua bahwa selama kegiatan IMM, Bupati Mamuju tidak pernah saya lihat hadir, ia berharap ketika nanti pelantikan agar Bupati Mamuju bisa hadir.

"Adik-adik IMM juga ketika mengundang harusnya meminta waktunya bapak Bupati, bukan kita yang menentukan waktu, agar bupati bisa hadir," paparnya.

Kemudian ia juga memberikan penekanan bawah, IMM merupakan organisasi kader yang mementingkan kaderisasi dibanding yang lain, tentu ini tugas bagi nahkoda baru yang terpilih satu periode kedepan.

"Saya berpesan jangan tinggalkan Masjid, salah satu kemunduran IMM karna tidak mempunyai tempat menyusun strategi kaderisasi, sebab masjid merupakan tempat yang sangat baik dalam gerakan IMM," tutur Kanda Lukman Umar.





Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments