Radikal Diperlukan Dalam Beragama : Furqan Mawardi Jangan Bunuh Kata Itu

Foto : Furqan Mawardi, Wakil Ketua Empat Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan STIE Muhammadiyah Mamuju, Minggu 03 November 2019.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Beredarnya pernyataan kontroversi dari Menteri Agama (Menag) tentang larangan penggunaan niqab (cadar) di instansi pemerintahan banyak menuai  respon dan argumen tidak sepakat atas keputusan itu.

Salah satunya dari tokoh akademisi Intelektual Muda, Furqan Mawardi merupakan dosen perguruan tinggi Muhammadiyah Mamuju, mengatakan sesungguhnya radikal itu baik, namun kata itu telah dibunuh dan disanding-sandingkan dengan tindakan yang intoleransi dari oknum yang membawa atas nama Islam, tetapi sesungguhnya yang melakukan tindakan itu bukan islam, dan rasanya tidak adil jika gelar itu hanya diperuntukkan pada agama islam saja, seharusnya semua yang melakukan pengancaman, kekacauan, harus disama ratakan gelarnya jangan hanya menggunakan atas nama Islam, sehingga akan timbul fobia terhadap islam dikalangan masyarakat.

"Harusnya yang diperketat itu aturan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang masih banyak menggunkan pakaian yang tidak senonoh, yang mengundang pikiran-pikiran negatif bagi kaum adam, bukan malah sebaliknya," ujar Furqan Mawardi, saat mengisi pengajian ahad subuh program Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, di Masjid Fatabikhul Khairat, Pusat Dakwah Muhammadiyah Mamuju, Minggu (03/11/2019).

Foto : Jamaah Pengajian Ahad Subuh, di Masjid Fastabikhul Khairat

Furqan menjelaskan arti kata radikal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) itu, secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip). Sebagai pemeluk Dalam beragama memang sangat diperlukan untuk mengimpelmentasikan nilai dan prinsip dasar dari agama, sebab dalam menjalankan ajaran islam harus mengakar dan mendalam, apalagi berbicara tentang tauhid yang harus didasari pemahaman kuat agar tidak mudah rapuh. Jenderal Sudirman masuk keluar hutan perang bergeriliya memperjuangkan Indoneisa melawan penjajah itu diakibatkan ia memiliki nasionalisme Islam yang radikal .

"Kemarin saya menghadiri undangan dari Polres Mamuju, dalam acara ngopi barang bersama para rektor, OKP dan Ormas, dan kebetulan saya hadir mewakili Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, ketika semua orang berargumen radikal itu tidak baik, maka saat itu saya berbicara memberikan pencerahan menjelaskan radikal itu penting dan kita butuhkan dalam beragama," tuturnya.



Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments