Pohon Kader : Nilai dan Gerakan dalam Ikatan

Oleh : Immawan Mursalim Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Angakatan muda muhammadiyah dirancang untuk menjadi gerakan intelektual, ibarat menanam pohon Jati membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
sementara kami dari kader IMM memandang gerakan politik seperti pohon pisang, cepat tumbuh dan berbuah. Hanya perlu menemukan momentum untuk menanam tampa harus merawat serius dari pohon pisang tersebut,  buahnya dituai dalam waktu singkat, dan umurntya tdak bertahan lama.

Kader IMM berjuang menanam jati diri yang tertuang dari beberapa ideologi IMM itu sendiri, sehingga akan menumbuhkan buah dan pohon seperti pohon Jati yang bisa bertahan lama tampah harus menunggu momentum seperti pada momentum politik saja. IMM menegaskan sikapnya tidak memilih jalur politik praktis sebagai jalur perjuangan dalam mengembang amanah Ummat bangsa dan Negara.
IMM dalam mencerahkan ummat, menjadi pelita dalam gelapnya berbagai persoalan hidup, baik persoalan Ekonomi, sosial dan politik sampai pada soal-soal teologi dan sebagainya.

Tugas kader IMM bukanlah pekerjan yang muda, kader IMM dituntut oleh zaman yang dilalui untuk senantiasa melakukan Gerakan pencerahan dan pembaharuan pada zamannya. Perbaharuan menjadi sesuatu yang sangat penting, melihat banyaknya pertentangan dikalangan para kaum intelek mahasiswa dan masyarakat pada umumnya guna untuk membuka pemikiran baru yang dilandasi sikap tidak panatik dan saling menyalahkan terhadap apapun. 

IMM sebagai organisasi otonom muhammadiyah tentu memilih jalur pencerahan seperti apa yang dilakukan oleh muhammadiyah itu sendiri yaitu gerakan Tajdid dan tajrid. IMM selalu berupaya mengembalikan atau mendudukan sesuatu pada asalnya, tetapi IMM juga di tuntuk untuk senantiasa menghidupakan yang telah mati, Prinsip dasarnya adalah al- muhafadhatu ‘ala qadim al-shalih wa al-akhu bi-aljadid al-ashlah(memelihara warisan lama yang baik seraya mengambil hal-hal baru yang lebih baik) : (Suara Muhammadiyah, Edisi 07)

Sebagai gerakan intelektual, maka proses perkaderan  IMM menjadi sebauah keniscayaan dengan harapan laju gerakan muhammadiyah tidak berhenti atau di hentikan oleh Zaman. Kader IMM dan angkatan muda muhammadiyah selalu berdiri tegak sebagai pintu masuk muhammadiyah dan menjadi lokomotif baru yang akan menggerakkan gerbong baru muhammadiyah di zaman yang akan datang.

(“Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua, sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang aku tinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki muhammadiyah yang aku wariskan kepadamu sekalian, karena itu aku titipkan muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya”)
(KH. Ahmad Dahlan)



Editor : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments