Angkatan Muda Adalah Aset Muhammadiyah : Beda Kader Beda Pula Kadarnya

Oleh : Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Mamuju, Immawan Mursalim, Senin 21 Oktober 2019


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Mengutip ungkapan Bejamin Disraeli, yang merupakan mantan perdana mentri Inggris pernah mengatakan "hampir semua hal besar di dunia ini telah dilakukan oleh pemuda, Sepanjang peradaban manusia kerap pemikiran-pemikiran yang baru lahir dari seorang pemuda".

Betul apa yang di sampaikan oleh Bejamin distraeli, ketika menengok kembali sejarah hampir semua perjuangan Rasullah Muhmamad Saw menegakkan dakwah islam mayoritas dipelopori kaum muda, kemudian Bung karno dalam kutipanNya yang populer mengatakan ‘’berikan aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncangkan dunia’’. Bapak proklamator Indonesia mendefinisikan seorang pemuda adalah pembawa perubahan  yang besar sepanjang perjalanan bangsa ini.

Kemudian di tahun 1998 seorang kepala Negara yang telah lama berkuasa mampu dilengserkan oleh seorang pemuda yang di sebut dengan nama mahasiswa. Masiswa mampu meneriakkan kata reformasi kepada dunia, sehingga sampai hari ini dalam kasus yang baru-baru ini mengguncang Indonesia dari suara-suara mahasiswa.

Hampir semua orang yang berstatus mahasiswa turun kejalan meneriakkan aspirasinya terkait persoalan rancangan undang-undang (RUU) yang di anggap melemahkan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan  sampai pada revisi undang-undang yang Kontra dengan kondisi masyarakat indonesia.

Dari beberapa kasus diatas melihat dari perjuangan Rasulullah, sampai pada lintasan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, dapatlah kita menyimpulkan  gagasan dan perubahan besar selalu lahir dari pikiran dan aksi kaum muda, 

Pertanyaanya mengapa demikian,? Karena anak muda ditopang oleh berbagai kelebihan dan potensi yang sangat luar biasa, semangat, gerakan dan pikirannya masih berapi- api menyikapai problem dan kondisi bangsanya, seperti judul lagu bang haji Rhoma irama “Darah muda”. Tetapi bagaimanpun seorang pemuda tetaplah manusia biasa, kekurangan mereka adalah kurangya pengalaman hidup, akan tetapi jika kepercayaan diberikan kepada seorang pemuda dapat diarahkan secara tepat tentu tidaklah heran jika mereka dapat mengahasilkan karya yang menakjubkan diluar nalar yang semestinya.

Sebaliknya jika energi yang cukup besar pada pemuda tidak dikelola dengan baik maka bukanlah perkara baru jika seorang pemuda terjerat kasus Narkoba, pergaulan bebas bahkan sampai pada kasus pembunuhan.
Beruntunglah Muhammadiyah mengeloh dan mengarahkan anak muda saat ini dengan pengelolaan sumber daya manusia yang terarah melalui organisasi otonomnya. Oleh karena itu proses kaderisasi yang dilakukan oleh muhammadiyah melaui ortomnya seperti Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM) sangatlah tepat.

IMM merupakan organisasi kemahasiswaan yang melakukan proses kaderisasi guna memberikan wadah bagi generasi muda sebagai harapan bangsa dan persyarikatan muhammadiyah untuk menjalankan dan melanjutkan estafet kepemimpinan dalam rangka mencapai cita-cita muhammadiyah itu sendiri. Sehingga proses kaderisasi yang dilakukan IMM menjadi modal utama muhmmadiyah yang nantinya akan menjadi lokomotif perubahan bagi masa depan peradaban. 

Sementara dalam setiap proses Perkaderan kader IMM dituntut memiliki kapasitas intelektual dan integritas. Oleh karnanya IMM memandang gerakan yang berbasis ideologi muhammadiyah yang telah di rancang pendahulu IMM dapat ditanamkan kepada setiap kader guna memberikan kesadaran kepada gerakan intelektual IMM untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakan oleh Kyai H. Ahmad Dahlan dalam hal mengaplikasikan teologi Al-Maun dalam rangka mencapai tujuan muhammadiyah yakni islam yang sebenar benarnya. 

Sehingga terwujudlah Perdaban baru seperti apa yang telah diwacanakan dan diimpikan oleh tokoh-tokoh terdahulu karena dengan anak mudalah semua gagasan baru itu ada. IMM hanya membutuhkan kepercayaan dari Muhammadiyah untuk menghasilkan sumber daya yang lebih baik dalam menjawab tantangan zaman melaui proses kaderisasi.

“Pemuda hari ini merupakan pemimpin dimasa yang akan datang . Karenanya dapat dipastikan bahwa cerah dan tidaknya masa depan suatu bangsa itu tergantung dari kualitas anak mudanya hari ini. Demikian pula Muhammadiyah, Muhammadiyah dimasa depan tergantung kader angkatan mudanya saat ini," (Suara Muhammadiyah edisi ke 07).




Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments