STIEM Gelar Pelatihan Teknis Perubahan Bentuk Menjadi Universitas

Foto : Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulbar, Kyai Wahyun Mawardi, Pendamping Perubahan Bentuk, Dr. Dwi Cahyono, Ketua BPH STIE Muhammadiyah Mamuju, Ir. H. Salihi Saleh, Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, Muchtar Baso, M.Si, Saat Menghadiri Pelatihan Teknis perubahan bentuk STIE Muhammadiyah mamuju Menjadi Universitas Muhammadiyah Mamuju, Kamis 19 September 2019.


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju, menggelar Pelatihan Teknis Dalam Rangka Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Menjadi Universitas,  bertempat di Jalan Baharuddin Lopa, Aula Kampus dua STIE Muhammadiyah Mamuju, Kamis (19/09/2019).

Kegiatan pelatihan yang langsung di pandu oleh Narasumber dan juga pendamping perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas, Dr. Dwi Cahyono, M.Si., AKT, mengatakan ada beberapa hal yang menjadi acuan dan persiapkan dalam mempercepat memudahkan kerja tim kedepan, harus terstruktur dan tersistematis,

Adapun persiapannya yaitu, finalisasi laporan keuangan untuk audit, penyelesaian sarana dan prasarana sesuai standar, rancangan dokumen mutu, finalisasi calon dosen dan kelengkapan administrasi, penyelesaian instrumen lampiran prodi, penyelesaian kesiapan visitasi, penyerahan dokumen ke LLDIKTI XI, penyelesaian studi kelayakan, penyelesaian proyeksi, penyelesaian hymne dan mars Universitas, 

"Semua yang menjadi persyaratan harus cepat ditangkap dan cepat diwujudkan, apalagi persiapan program prodi apa yang diajukan, kalau bisa mengusul kita arahkan pada bio bisnis Kewirausahaan, sebab kita mau lulusan dari Universitas nantinya langsung bisa diserap," Usul Dr. Dwi Cahyono yang juga Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jember.

Foto : Peserta Pelatihan Teknis Perubahan Bentuk STIE Muhammadiyah Mamuju Menjadi Universitas Muhammadiyah Mamuju

Sekretaris Pelaksana Peruban Bentuk (Pokja) dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas, Muchtar Baso, M.Si, mengatakan proses perubahan ini sudah dimulai dan mesti dituntaskan, sebab Perguruan Tinggi ini mempunyai potensi yang besar untuk itu harus digas ful.

"Perlu kami sampaikan kemarin kita telah kedatangan Pimpinan Pusat Bank Muammalat dan sudah melaksanakan MOU bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bank Muammalat menyiapkan dana satu teriliun dan baru enam ratus milyar yang digunakan,"ucap Muchtar Baso yang juga selaku Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju.

Sementara Ketua Tim Perubahan Bentuk (Pokja) Sekolah Tinggi menjadi Universitas, Ir. H. Salihi Saleh, memaparkan, kebijakan pemerintah telah memberikan kesempatan kepada STIE Muhammadiyah Mamuju untuk melaksanakan perubahan bentuk menjadi Universitas, mudah-mudahan panitia bisa kerja secara optimal dari target yang ditetapkam maksimal tiga bulan, apabila satu bulan sudah selesai tinggal diusul ke dikti untuk rekomendasi.

"Kita berharap semua instrumen dokumen-dokumen ini bisa dikerjakan secara mandiri, setelah itu maka kita akan melangkah ke studi kelayakan," Ujarnya.

Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kyai Wahyun Mawardi, mengatakan ada dua hal yang ingin saya sampaikan dalam perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas, hal ini pula yang saya katakan ketika menghadiri rapat pendirian Institut Bisnis Teknologi (ITB) Muhammadiyah Polewali Mandar dalam fungsi amal usaha.

Pertama yakni fungsi unggul berfastabikhul khairat, kalau artinya berlomba-lomba menuju kebaikan, maka sama juga berlomba menuju unggul. Kedua fungsi penggerak dakwah, usulan dalam tanwir Ambon Pimpinan Pusat Muhammaidyah menginstruksikan semua perguruan tinggi muhammadiyah yang masih sekolah tinggi agar segera melakukan perubahan bentuk menjadi Universitas.

"Kami Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat mendukung penuh atas perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi Universitas. InsyaAllah Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menitipkan dana perubahan bentuk, jadi tidak perlu lagi dana dari STIE Muhammadiyah Mamuju," Terang Kiyai Wahyun Mawardi.




Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments