Ukhuwah dan Persatuan Jurus Ampuh Hadapi Tantangan Ummat


Foto : Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia Sekaligus Wakil Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Amirsyah Tambunan, Saat Mengisi Pengajian rutin Ahad Subuh, di Jalan Soekarno Hatta, Masjid Fastabiqhul Khairat, Minggu 25 Agustus 2019.


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Kekuatan ummat islam ada pada ukhuwah dalam persatuan yang dibekali dengan keimanan, ketakwaan dan kejujuran. Sehingga tantangan internal dan eksternal ummat bisa dihadapi.

Hal itu diucapkan, Dr. Amirsyah Tambunan, Wakil Sekertaris Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia sekaligus Wakil Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saat mengisi pengajian rutin ahad subuh program Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mamuju, di Masjid Fastabiqhul Khairat, Minggu (25/08/2019).

Ia menjelaskan Kalau ummat islam tidak kuat dengan selalu menjaga iman, takwa dan kejujuran, maka akan ikut dalam kemungkaran. Buaknkah ummat islam mempunyai jati diri dan itu telah di abadikan oleh Allah Swt, dalam firmannya surah al-imran ayat 110, yang artinya kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.

"Di zaman sekarang ini yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa benar, untuk memperbikinya harapan kita ada pada generasi pelanjut, dengan pengajian tiap pekan itu belum cukup, harus kerumah-rumah untuk menyebarkan dakwah kepada orang tua dari generasi muda kita, agar iman dan takwa menjadi semakin kuat" Tutur Amirsyah yang juga menjabat sebagai Vokal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pusat.

Belum lagi tantangan media sosial (medsos) yang banyak macamnya, potensi untuk berbuat kejahatan semakin tinggi, sehingga penyebran-penyebaran informasi bohong sulit dibendung, akibatnya fitnah merjalela, anak-anak yang tanpa pengawasan orang tuanya dalam menggunakan media mengarahkanya ke hal yang negatif. Tentu tanggung jawab bersama yang harus kerja sama dengan orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak sesuai zamannya, tambahnya.

Kemudian tantangan eksternal yang mesti dihadapi oleh ummat islam adalah pemahaman-pemahaman
Radikal yang sengaja dibuat dan didesain di tujukan kepada Islam, sehingga yang berbuat radikalisme dan terorisme itu adalah ummat islam, padahal sesungguhnya ada pihak yang menginginkan Ummat isalm ini pecah dengan model adu domba, 

Lebih lanjut Amirsyah memaparkan, Sebenarnya ada pihak yang ingin membegkokkan pikiran-pikiran ummat Islam untuk melakukan tindakan secara anarkis, Sehingga disebutlah islam adalah teroris. Merusak islam itu mudah, dengan iming-iming materi dan uang maka dengan mudah ia akan menerimnya, tetapi hanya bagi yang tidak mempunyai iman dan takwa.

"Muhammadiyah ini dengan pembangunan- pembangunanya baik fisik maupun sumber daya manusianya dengan pola kaderisasi, merupakan amal nyata yang dapat menangkal pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang dapat merusak islam, sebab dari ukhuwa ikatan persaudaraan dan persatuan maka kita ummat islam tidak akan bisa diprovokasi dan diadu domba," terang Amirsyah mantan aktifis Dewan Pimpinan Pusat  IMM di masanya.



Reporter : Immawan Ilham
Editor.     : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments