Inventarisasi Aset Muhammadiyah Melalui Lokakarya

Foto : Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kyai Wahyun Mawardi, saat menyampaikan Sambutannya pada acara pembukaan Lokakarya Pengelolaan Tanah dan Wakaf, di Jalan Baharuddin Lopa, Aula Kampus STIE Muhammadiyah Mamuju, Sabtu 03 Agustus 2019

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju bekerjasama dengan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaksanakan Lokakarya pengelolaan tanah dan wakaf dengan tema "pemantapan kepastian hukum hak atas tanah dan wakaf di lingkungan persyarikatan muhammadiyah," bertempat di Jalan Baharuddin Lopa, Aula Kampus STIE Muhammadiyah Mamuju, Sabtu (03/08/2019).

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 03 hingga 04 Agustus dihadiri pimpinan wilayah muhammadiyah Sulawesi Barat, pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sulawesi Barat dan pimpinan Aisyiyah Sulawesi Barat sebagai peserta dalan acara itu.

"Kita selalu membanggakan organisasi kita yang moderen dan manajemennya bagus, tetapi ketika kita melihat kedalam jumlah aset saja kita tidak tahu baik di tingkat ranting, apalagi tingkat pimpinan pusat, oleh sebab itu kita lakukan sosialisasi pentingnya kita melakukan inventarisasi tentang aset ini," ucap Sekretaris Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Fetrimen Zubir, M.Pd, saat menyampaikan sambutannya.

Berkaitan dengan sertifikasi banyak yang keliru memahaminnya, didalam badan hukum nama yang tertulis itu bukan pimpinan muhammadiyah, sebab pimpinan muhammadiyah tidak memiliki aset, yang memiliki aset itu adalah perserikatan muhammadiyah, akunya.

"Ini sebagai pelajaran bagi kita untuk melihat kejadian kasus yang pernah terjadi, ada kasus mewakafkan atas dasar keikhalasan tidak ada akta ikra wakafnya, tiba-tiba setelah berkembang pesat diklaim milik keluarga. Oleh sebab itu dari dasar ini sehingga kami menjemput bola ke Pimpinan wilayah melakukam sosialisasi, jika perlu nanti ke tingkat Pimpinan daerah," ucap Zubir.

Selanjutnya yang ingin kita lakukan adalah pemberdayaan, jangan sampai ketika wakif percaya dengan kita, kita hanya mau menerima tetapi tidak mau mengelola. Ingat dalam undang-undang nomor 44 tahun 2004 jika lima tahun tanah wakaf itu tidak di manfaatkan, maka badan wakaf Indonesia berhak untuk memindahkan nazirnya, tambahnya dengan tegas.

Ketua wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kyai Wahyun Mawardi, M.Pd,  mengatakan keberadaan majelis wakaf dan kehartabendaan sangat penting, sebab muhammadiyah memiliki aset kehartabendaan yang sangat besar. Aset inilah yang membuat muhammadiyah menjadi besar, sehingga banyaknya aset ini diperlukan pengadministrasian yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

"Pimpinan pusat memiliki tugas besar sebagai perusahaan utama yang membawahi perusahaan-perusahaan Pimpinan wilayah dan Pimpinan daerah Muhammadiyah. Untuk itu diperlukan inventarisasi data aset kehartabendaan demi menyelamatkan asat muhammadiyah,"imbuhnya.

Pengamanan aset dan kehartabendaan ini penting, karena harta wakaf masih bisa diambil alih oleh ahli waris setelah wakif meninggal dunia. Khusus di Sulawesi Barat  belum ada data secara rinci mengenai aset-aset kehartabendaan muhammadiyah, olehnya itu mohon dibuatkan sertifikat setiap daerah, tambahnya.

Lebih lanjut Kyai Wahyun memaparkan dengan adanya upaya pengamanan aset maka diharapkan pengurus muhammadiyah maupun warga bisa lebih optimal dan nyaman dalam memberdayakan amal usaha muhammadiyah.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan lokakarya ini persentase aset yang tersertifikasi mampu mengalami peningkatan," bebernya.

Sementara Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, Muctar, SE.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan Mari kita mengikuti kegiatan ini secara seksama, karena semua materi sangat menarik dan pertama kalinya diadakan di Sulawesi Barat  khususnya di Mamuju.

"Kemarin saya dibisiki oleh pak Yulianto salah satu pemateri dalam lokakarya ini, hal menarik di sampaikan terkait perkembangan bangsa dan kehartabendaan di muhammadiyah, beliau juga mengucapkan majelis wakaf dan kehartabendaan ini adalah majelis terkaya tetapi tidak mempunyai uang sehingga ia berterimakasih karena STIE Muhammadiyah Mamuju siap menjadi tua rumah," katanya.

Perlu juga disampaikan bahwa jika ada kegiatan-kegiatan muhammadiyah yang dilaksanakan, maka STIE Muhammadiyah Mamuju harus siap menjadi tuan rumah. Sehingga dari sekarang sudah mempersiapkan kondisinya, apakah itu penginapan, akomodasi bahkan komsumsinya. Ini mesti dikelola dengan baik untuk menghadapi kegiatan-kegiatan besar yang akan datang, jelasnya.



Reporter : Immawan Ilham

Editor      : Admin sulbarmu.com


Post a Comment

0 Comments