Menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, Hendaklah Bermuhasabah


Foto : Wakil Ketua Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan STIE Muhammadiyah Mamuju, Ustadz Furqon Mawardi, M.Pi, Saat menyampaikan pengajian Subuh di Masjid Fastabiqhul Kahairat, Minggu 01 September 2019.

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Menyambut tahun baru Islam biasakan untuk bermuhasabah sebelum datangnya hari perhitungan, Tahun Baru Hijriah diputuskan dan ditetapkan ketika Rasulullah Muhammad SAW dan Khalifah Abu Bakar Siddiq telah wafat, saat itu dikepemimpinan Khalifah Ummar bin Khattab. Hal ini diucapkan ustadz Furqon Mawardi, saat membawakan pengajian rutin Ahad subuh program Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah, di Masjid Fastabiqhul Khairat, minggu (01/09/2019).

"Di dalam rapat ada yang mengusulkan ketika Nabi dilahirkan, ada juga ketika meninggal dunia, Utsman mengusulkan ketika peristiwa Haji dan Ali Bin Abi Thalib mengatakan saat kita berhijrah ke Madina. Dengan argumentasi yang akurat maka usulan dari Ali diterima, tahun baru hijriah dimulai ketik Rasulullah berhijrah ke Madinah," Tutur Furqon.

Memang Khalifah Ali ini di patok oleh Rasulullah SAW. Sebagai kaum intelektual, Abu bakar ketokohan, Umar bin Khattab sebagai jagoan, jangankan manusia jin pun takut, ada pemodal sang milyader yakni Utsman bin Affan, tambahnya.

Lebih lanjut Furqan menjelaskan dalam tempo kurang lebih 23 tahun Islam dapat merubah dan mencerahkan kota Mekkah dan Madina dibawah kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW. dengan ditemani ke empat sahabatnya yang memiliki keahlian dan kemampuan yang berbeda-beda. Muhammadiyah dibangun dalam empat kualifiksi tadi


Muhammadiyah dibangun atas dasar empat kualifikasi yang dimiliki oleh sahabat Rasulullah SAW. Harus ada Intelektualnya yakini membangun lembaga pendidikan, ada yang ditokohkan musuk dalam politik, harus kuat dengan dilatih di tapak suci Muhammadiyah dan juga ada pemodal yang berinvestasi di Muhammadiyah.

Kemudian dari segi waktu, dalam menyambut tahun baru Islam ini manusia itu terbagai menjadi tiga golongan, ada yang beruntung, merugi dan celaka. Golongan Yang beruntung mereka yang amalannya lebih baik dari hari kemarin, golongan yang merugi adalah amalannya sama saja dengan hari kemarin, sedangkan golongan manusia yang celaka adalah perbuatan amalnya kemarin lebih baik dari sekarang.

Adapun dari segi interaksi atau hubungan sosial dalam memperingati tahun hijriah maka manusia dibagi menjadi lima golongan.
Ada yang wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.

"Golongan wajib ini dia harus hadir, kalau dia tidak hadir makan batal acara atau kegiatan sebab sangat diperlukan, yang Sunnah itu masalah menjadi repot kalau dia tidak ada, kemudan mubah dia ada dan tidak ada tidak ada pengaruhnya sama sekali, terus makruh datang merepotkan, pergi memudahkan masalah selesai, sedangkan haram, jika ia datang maka semua pekerjaan yang direncanakan akan batal, tetapi bila dia pergi semua pekerjaan selesai dan jadi," Ujar Ustadz Furqon Mawardi.

Semoga kita bagian yang wajib dan nauzubillah bagian yang haram. Di tahun baru ini marilah bersama menjaga ukhuwah tali persaudaraan kita, dan kita selalu berserah diri bermuhasabah untuk perbaikan agar lebih baik lagi, tutupnya.



Editor. : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments