Menuju Good Universitas Governance, STIE MM Gelar Raker


Foto : Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju, Muchtar Baso, SE.,M.Si, Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Acara Rapar Kerja, di Jalan Baharuddin Lopa, Aula Kampus STIE Muhammadiyah Mamuju, Selasa 27 Agustus 2019


SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju, laksanakan rapat kerja tahun ajaran 2019-2020 dengan tema "Terlaksananya Mutu Internal Yang Berbasis Outcome Menuju Good Universitas Governance" bertempat di Jalan Baharuddin Lopa, Aula Kampus dua STIE Muhammadiyah Mamuju, Selasa (27/08/2019).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Sekertaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Muhammad Sayuti, M.Pd.,M.Ed.,Ph.D, dihadiri oleh Pimpinan, Dosen dan Karyawan STIE Muhammadiyah Mamuju.

"Saya ucapkan terimakasih banyak atas kehadiran bapak Sekretris di kampus kami yang sebenarnya sudah dinanti-nantikan dan direncanakan jauh hari, raker ini merupakan agenda rutin kita tiap tahun. Kemarin Unismu sudah melaksanakan raker dan salah satu programnya mahasiswanya wajib Darul Arqam Dasar (DAD), di raker kali ini kita coba kembangkan apa yang menjadi terobosan kita bersama," Ucap Muchtar Baso, SE.,M.Si selaku Ketua STIE Muhamamadiyah Mamuju, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan rapat kerja tahun ajaran 2019-2020.

Muchtar mengatakan ketika akreditasi program studi Ekonomi Pembangunan dan Manajemen itu menggunakan instrumen ruangan, tetapi kedepan kampus akan menghadapi akreditasi institusi berkaitan dengan ijin oprasional. Meski akreditasi institusi akan berakhir Desember tahun 2020 mendatang, tetapi harus sudah siap dari sekarang, apa lagi tugas kampus akan berproses perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas.

"Kami bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah telah menyurat tentang perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Namun yang paling strategi dari perubahan bentuk ini adalah dosen, jadi kita harus siapkan dosen. Langkahnya adalah prodinya kita pilih, terus mencari dosennya," Ujarnya.


Badan Pengurus Harian (BPH) Ir. H. Nur Parantean, M.Si dalam sambutannya memaparkan dalam rapat kerja perlu kirannya memikirkan agenda penting yakni perubahan bentuk STIE menjadi Universitas, dan juga kesejahteraan dosen serta karyawan, ini menjadi perhatian penting dalam raker.

"Mari kita samakan presepsi demi pengembangan alam usah kita, jangan sampai kabar diluar BPH terlalu bnyak campur tangan, padahal tugas BPH memang mengurusi amal usaha yakni STIE Muhammadiyah Mamuju. Mudah-mudahan dari akreditasi dua prodi ini menjadi angin segar, sebingga perguruan tinggi jauh lebih baik lagi kedepannya," Tuturnya.

Sementara Sekertaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah 
Prof. Muhammad Sayuti, M.Pd.,M.Ed.,Ph.D, mengatakan acara raker ini sangat penting bagi kampus, sebab ini merupakan tradisi yang baik dan mesti dipertahankan, karena kampus merupakan tempat beramal sholeh.

"Kebetulan saya sudah Sembilan tahun di Universitas Muhammadiyah Yogyakarata, sebelum berhijrah ke Universitas Ahmad Dahlan yang sekrang sudah 11 tahun, jadi saya merasakan bagaimana tradisi kampus maju itu di mulai dari raker," akunya.

Kemudian beramal Sholeh memang diawali dengan niat yang baik, dalam survei di UMY yang bersama-sama dilakukan, sebenarnya market atau promotor terbaik dalam mempromosi kmpus adalah mahasiswanya. Jika mahasiswa puas maka dia akan bercerita ke orang lain. Jadi kampus itu baik dan akan sejahtera dimulai dari pelayanan kepada mahasiswanya.

"Ada satu inspirasi dari sekolah yang kami kunjungi mengatakan bahwa hanya guru yang terus belajar yang boleh terus mengajar, hanya dosen yang terus belajar yang boleh terus mengajar, artinya kita harus memperbaiki cara kita mengajar," terang Prof Sayuti yang juga menjabat Badan Akreditasi Madrasah Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Jadi kalau bapak ibu mengajarnya baik berarti bapak ibu tidak mencari hidup di muhammadiyah, yang mencari hidup di muhammadiyah itu yang menerima bayaran tetapi ngajarnya membosankan, presentasenya telat terus bahkan tidak pernah senyum ya itu berarti mencari hidup di muhammadiyah. Kalau bapak melayani dengan baik itu berarti tidak mencari hidup, wong bapak beramal sholeh di sini. Jadi di STIE Muhammadiyah Mamuju tempat menabung amal sholeh, tambahnya dengan tegas.


Reporter : Immawan Ilham
Editor.     : Admin sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments