IMM Kab Majene bergerak Tanpa Rumah Perjuangan, Ini Tanggapan Kabidor PC IMM Majene.

 

Majene 06 Agustus 2019

Peran IMM dalam mengawal dan Menjaga Khittah perjuangan Muhammadiyah, seperti peran akal dan hati, keduanya adalah perihal yang mustahil dipisahkan ketika ingin merealisasikan sebuah cita cita.

55 Tahun lamanya IMM dianggap sebagai organisasi yang memberikan konstribusi besar terhadap Bangsa dan Perserikatan, tetapi perihal itu boleh jadi jauh dari realitas, jikalau Organisasi tidak didukung oleh sarana dan prasarana.

Pimpinan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kab. Majene sejak dibentuk pada tahun 2017 dibawah kepemimpinan IMMawan Rusli (Ketua Umum DPD IMM Sulawesi Barat), terus menerus mempelopori gerakan Kemahasiswaan Di Kab Majene guna mewujudkan cita cita Akademisi Islam yang berakhlak Mulia, tetapi Perkembangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di kabupaten Majene, boleh dikata antara hidup segan dan Mati tak mau, Hal ini dikemukakan oleh Immawan Rahmat selaku ketua bidang organisasi dikabupaten Majene sewaktu diwawancarai melalui Via WhatsApp 06 Agustus 2019.

Rahmat melihat eksistensi IMM kab Majene sepertinya akan mulai redup dalam soalan gerakan dikarenakan beberapa kondisi, menurut IMMawan Rahmat bahwa, IMM  Majene tanpa rumah Perjuangan (Sekretariat) Akan mengalami stagnanasi dalam soalan gerakan kendati menang secara Intelektual, hal itu boleh terjadi selama tidak adanya Fasilitas pendukung sarana untuk menjadikan Gerakan lebih progresif.

Ambillah contoh sekretariat organisasi, Sekretariat Organisasi adalah umpama Dapur sebuah gerakan, tanpa adanya sekretariat, organisasi sebesar apapun akan sulit untuk mewacanakan dan melaksanakan gerakan untuk mendukung tumbuh besarnya Perserikatan, kendatipun dibopong Oleh Ilmu pengetahuan dan Karir akademik yang baik, sebab Rumah perjuangan (sekretariat) adalah tempat memadu kasih dan bergelut dengan dalamnya Ilmu dan pengetahuan.
Hal ini juga dia sampaiakan, Sewaktu menemui Ketua PDM kab. Majene (05 agustus 2019) untuk menfasilitasi persoalan Sekretariat Organisasi IMM dan IPM, tetapi Pimpinan daerah Muhammadiyah Kab Majene juga belum Mampu untuk manfasilitasi pengadaan sekretariat, dikarenakan beberapa Hal, termaksud diantaranya adalah persoalan Finansial.

Satu Tahun kemarin Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kab Majene, masih berdomisili disalah satu kamar di Pondok Filsafat, salah satu rumah baca yang didirikan oleh IMMawan Albar (Ketua Umum PC IMM Majene), Tetapi itu tidak dapat menjadi alasan IMM untuk tidak dapat mandiri secara organisasi, Kendati Albar seorang Ketua Umum IMM, tetapi menumpang atap kepada organisasi yang berbeda secara ideologi dan struktural, jelas tidak dibenarkan dan justru akan menjadi aib organisasi.

"Harap saya mewakili kawan perjuangan saya di IMM Majene, dikarenakan ini adalah tanggung jawab dan Amanah saya selaku ketua bidang Organisasi, saya berharap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sulawesi barat, dan Dewan Pimpinan Daerah IMM sulwesi barat, Dapat Turut membantu mengenai Perihal ini, bukan bermanja manja kepada perserikatan dan Pimpinan, tetapi bagi saya berharap kepada orang tua jauh lebih baik, dari pada kami harus melacurkan Ilmu pengetahuan kami kepada birokratis pemerintah hanya untuk 1 Bundle proposal pengadaan sekret, dan saya rasa perihal ini tidaklah begitu sulit, dikarenakan ini bukanlah kemubassiran yang mesti kita hindari, ini adalah bentuk penegasan terhadap gerakan dan eksistensi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sejak didirikannya 55 Tahun yang lalu", tegas IMMawan Rahmat (Ketua bidang organisasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kab. Majene)

Admin sulbarmu
ars.abd

Post a Comment

0 Comments