Dikdasmen PWM Sulbar Lakukan Silaturahim dan Pendataan Di MBS At-Tanwir Mamuju.

Foto : Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Sulbar selaku kordinator Dikdasmen PWM Sulbar, Direktur Muhammadiyah Boarding School, Kepala SMK Muhammadiyah Mamuju, Kepala SMP Muhammadiyah Mamuju, Kepala SD Muhammadiyah Mamuju, saat rapat di ruang tamu kantor MBS At-Tanwir Mamuju, Rabu 03 Juli 2019.

Sulbarmu.Com -- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sulawesi Barat menggelar silaturahim dan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan organisasi di Muhammadiyah Boarding School At-Tanwir Mamuju, Rabu ( 03/06/2019).

"sebenarnya jadwalnya itu kemarin, namun karena ada hal yang sama pentingnya jadi baru bisa hari ini dilaksanakan," ujar Drs.H.Silmi Abu, M.Pd. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar saat menyampaikan sambutannya.

Selain bersilaturahim dan kunjungan kerja, dasar melakukan kegiatan ini adalah keputusan musyawarah pimpinan wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah  yang dilaksanakan dua bulan lalu, diamanahkan segera melakukan pendataan setiap amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di daerah khususnya AUM Pendidikan  tambahnya.

Menurut Silmi, Perguruan Muhammadiyah merupakan aset kita di Sulbar, yang harus kita jaga dan kembangkan, jangan sampai dikemudian hari ada pihak yang mengklaim aset-aset Muhammadiyah sebagai milik pribadi, maka dari itu harus di lakukan pendataan dan pembinaan di setiap amal usaha yang ada di sulbar.

"Setelah di Majene, Polman dan Mamuju, kita lanjutkan ke Mamuju Tengah, Pasangkayu,  untuk melakukan pendataan setiap amal usaha muhammadiyah," ucapnya.

Kemudiaan, selain pendataan amal usaha muhammadiyah, Dikdasmen PWM Sulbar juga menekankan dalam manjemen dan pelayananya MBS At-Tanwir Mamuju harus terbuka bagi semua unsur yang ada, tidak hanya di dalam internal muhammadiyah, namun perlu juga membangun sinergitas kepada pemerintah daerah.

"Bagi pengelola dan guru-guru, pahami baik-baik tentang standar-standar dalam meningkatkan kualitas sekolah, setidaknya ada delapan standar yang perlu diperhatiakan, yaitu stadar isi, kurikulum, sasaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan evaluasi," tuturnya.

Semntara Direktur Muhammadiyah Boarding School (Pondok Pesantren Modern) At-Tanwir Mamuju, Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, dalam laporannya menyampaikan, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Mamuju sejak berdirinya sudah dua kali menamatkan dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  sudah tiga kali menamatkan. Alhamdulillah Juli 2018 lalu status perguruan Muhammadiyah Mamuju berubah menjadi pondok pesantren( Boarding School).

"Kami bersyukur karena seluruh jenjang pendidikan yang kami bisa ( SD, SMP, dan SMK) semuanya telah diakreditasi  oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah ( BAN- SM)," terangnya.

Kemudian menyinggung tenaga pendidik, Kiyai Wahyun mengatakan sekira 99,9% guru-guru MBS bukan pegawai negeri sipil (PNS), dan Insya Allah mulai tahun pelajaran ini kita akan mengangkat Guru Tetap Perserikatan Muhammadiyah  yang akan membina dan mendidik  di pondok pesantren ini, akunya.



Editor : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments