STIE Muhammadiyah Mamuju Gelar Bintek PIN SIVIL

Foto : Tim PDDIKTI STIE Muhammadiyah Mamuju, Saat Mengikuti Bimbingan teknis (Bintek) Penomoran Ijaza Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL), Selasa 23 Juli 2019

SULBARMU.COM, MAKASSAR -- Jelang berlakunya wajib penerapan Penomoran  Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Eletronik (SIVIL) STIE Muhammadiyaj Mamuju laksanakan Bimbingan Teknis, 20 hingga 21 Juli 2019 di Maxone Hotel Makassar. Selasa ( 23/07/2019).

PIN SIVIL sebagaimana tertuang dalam  Permenristekdikti nomor 59 Tahun 2018 wajib diterapkan pada 21 Desember  2020 mendatang. Artinya semua perguruan tinggi negeri ataupun swasta terikat oleh peraturan menteri ini.

"Jadi PIN SIVIL ini bertujuan untuk mencegah adanya ijazah ilegal. Karena kadang kita menemukan Ijazah yang secara fisik benar diterbitkan oleh Kampus tertentu, namun ketika diperiksa di laman forlapristekdikti kita tidak menemukan datanya" Jelas Boy Apriansyah saat menyampaikan materi.

Latar belakang diberlakukannya PIN SIVIL karena keabsahan ijazah yang terdiri dari beberapa kasus seperti dapat ijazah tapi tidak kuliah, Ijazah palsu, data mahasiswa tidak terlapor ke PDDIKTI, dan proses belajar yang tidak sesuai dengan aturan.

Malalui penerapan PIN SIVIL ini, maka sangat membantu dan memudahkan dalam mendeteksi keabsahan suatu ijazah. Cukup dengan mengecek nomor ijazahnya apabila terdaftar maka sudah dipastikan ijazahnya legal, tambahnya.

Mengapa demkian, kata Boy pengajuan nomor ijazah bisa dilakukan ketika transaksi mahasiswa sudah lengkap dan lulus dari semester awal hingga akhir dan semua data terlapor ke PDDIKTI.

Di tempat yang sama Ali Isra, juga Narasumber pada kegiatan ini menegaskan agar operator disetiap kampus segera melakukan pemutakhiran data untuk menyambut penerapan PIN SIVIL ini. 

"Tugas berat operator adalah segera melakukan perbaikan setiap transaksi akademik mahasiswa yang dinilai masih ada kekeliruan. Dengan demikian mudah dalam menerapkan Permenristekdikti nomor 59 Tahun 2018," Ujarnya.

Lebih lanjut, Ali Isra menyampaikan bahwa aplikasi feeder versi 2.4 akan segera upgrade keversi feeder 3.0 dan akan diluncurkan akhir bulan. 

"Akhir bulan ini feeder versi 3.0 diluncurkan, banyak kelebihan dari versi sebelumnya, yang semuanya demi mendukung penerapan PIN SIVIL " Jelas pria yang akrab disapa Pak Ali ini.

Sementara itu pihak STIE Muhammadiyah Mamuju mencoba menerapkan PIN SIVIL ini ditahun akademik 2019/2020.

"Jadi kita tidak perlu menunggu sampai Desember 2020, mulai tahun akademik ini sudah kita terapkan. Pada saat PIN SIVIL berlaku  wajib  maka kita tidak kaget lagi dalam menerapkannya," Kata Muh Ferils, Kepala PDDIKTI STIE Muhammadiyah Mamuju.


Editor : Admin Sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments