Kasus Seragam SMA di Club 37, Direktur MBS: Aib Daerah Kita

Foto : Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju, Kiyai Wahun Mawardi, M.Pd, Sabtu 27 Juli 2019

SULBARMU.COM, MAMUJU -- "Pemerintah  Mamuju Harus Mengkaji apa motif penggunaan seragam sekolah sebagai tema manajemen Club 37 Grand Maleo, sebab ini sudah mencoreng nama baik pendidikan, apa lagi ditempat yang tidak sepantasnya seragam sekolah dikenakan,". Hal ini di ucapkan Direktur Muhammadiyah Boarding School At-Tanwir Mamuju, saat di konfirmasi diruang kerjanya, Sabtu, (27/07/2019).

Menurutnya Jika memang ada unsur sebagai upaya menarik pengunjung dari latar belakang anak-anak sekolah, agar mau datang ke Club maka tentu pemerintah harus tegas dalam mengambil langkah, jika perlu mencabut izin operasi club 37 grend maleo.

"Tentu ini merupakan aib bagi daerah kita, apa bila tidak ada penegasan dari pemerintah, bisa jadi kedepan akan ada hal-hal yang lebih parah dari kejadian saat ini, untuk itu pemerintah, dinas pendidikan dan aktifis pendidikan harus duduk bersama menuntaskan persoalan ini, sebab permohonan maaf saja tidak cukup harus di barengi sangksi yang tegas," ujarnya.

Sekedar diketahui tim razia gabungan memergoki karyawan tempat hiburan malam (THM) Club 37 grend Maleo Hotel and Convension, sedang melayani pelanggan mengenakan seragam sekolah Menengah Atas (SMA) lengkap dengan dasi berlogo tutwuri handayani dan lambang OSIS. Sehingga persoalan ini mendapat respon dan komentar dari kalangan masyarakat di media sosial.

"Kita harus tegasi pihak manajemen club 37 maleo, sebab takutnya hal ini akan berimbas pencemaran nama baik dunia pendidikan," tegas Direktur MBS At-Tanwir Mamuju.



Penulis : Immawan Ilham

Editor   : Admin sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments