Kakanwil Kemenag Sulbar Akui, Muhammadiyah Berhasil Membina Ummat

Foto : Kepala Kementrian Agama Sulawesi Barat Bersama Jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Barat, dalam Rangka Silaturahim dan Kunjungan Kerja Membahas Program-Program yang disenergikan antara muhammadiyah dengan Kanwil Sulbar, Mamuju, 31 Juli 2019

SULBARMU.COM, MAMUJU.-- Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pondok Pesantren Modern At-tanwir Mamuju, mendapatkan kucuran anggaran dari Kementerian Wilayah Agama (Kanwil) Sulawesi Barat, berupa rehab  asrama pondok pesantren.

"Ini merupakan kepercayaan bagi kami selaku pimpinan pondok, sebab kepala kantor yang langsung menghubungi saya, Bantuan rehab ini beberapa daerah juga mendapatkannya, terkhusus di Mamuju sendiri, MBS At-Tanwir mendapatkan bantuan rehab Asrama. Alhamdulillah saya sudah menandatangani kontrak, insyaAllah minggu depan sudah masuk direkening pondok pesantren," Ujar Kyai Wahyun Mawardi, M.Pd, saat di hubungi melalui telpon genggam miliknya, Rabu (31/07/2019).

Pekerjaan fisik dari asrama pondok pesantren ini akan dilaksanakan dalam bentuk swakelola, rencananya setelah pencairan bulan ini akan di kerjakan dan target penyelesaiannya dibulan september, tambahnya.

Kepala Kantor Agama Wilayah (KaKanwil) Sulawesi Barat, Dr. H. Muhammad Musfli mengatakan bantuan ini sudah sepantasnya diberikan, sebab misi dari kementrian agama salah satunya adalah peningkatan kualitas pemahaman agama.

"Kami dari kementrian agama berterimakasih atas sinergitas yang telah dibangun oleh Muhammadiyah Sulawesi Barat, dalam hal ini Kyai Wahyun Mawardi, tentu tidak hanya sampai disini saja sebab kerja kementrian agama mengayomi semua ormas, apalagi ormas muhammadiyah  termaksud yang terbesar di sulbar yang berhasil membina ummat, dan kita harus akui itu, baik dari sisi kegiatan sosial, pendidikan serta dakwahnya semua berjalan baik dan berkembang memgalami kemajuan yang pesat," terangnya.

Jangan khwatir bantuan akan tetap kami perhatiakan, sebab pimpinan muhammadiyah adalah teman kami, apa lagi dia juga mengelola pendidikan berbasis pondok pesantern modern, akunya.

Kemudian kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan loka karya berkaitan tanah wakaf ini sangat bagus, agar masyarakat tau ternyata aset ummat muhammadiyah ini perlu dijaga, agar kasus yang terjadi di Sulawesi Barat dibeberapa tempat dan sudah merambah tidak terulang kembali.

"Kalau nilainya sudah banyak amal usaha muhammadiyah, pikiran orang yang sudah mewakafkan tanahnya sudah berubah dan bisa saja dia ambil kembali," tuturnya.

Muhammadiyah sulbar lompatannya cukup cepat dengan menggelar loka karya, saran kami agar mengundang seluruh pengurus daerah dienam kabupaten disulbar hadir dalam acara loka karya tersebut, tutupnya.



Reporter : Immawan Ilham

Editor      : Admin sulbarmu.com

Post a Comment

0 Comments