Daurah Tahfidzul Qur'an Angkatan Kedua Program Liburan Resmi Dibuka


Foto : Kordinator Muhafidz, Ustadz Ismail, Direkur Muhammadiyab Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju, Kiyai Wahyun Mawardi, M.Pd, pada Pembukaan Daurah Tahfidzul Qur'an di Muhammadiyah Boarding school (MBS) At-Tanwir Mamuju, Minggu 07 Juli 2019. 

Sulbarmu.Com -- Daurah Tahfidz Qur'an, ankatan kedua program liburan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju, resmi dibuka, Ahad ( 07/07/2019).

Kordinator Muhafizd Ustadz Ismail, mengatakan dalam sambutannya kepada peserta Daurah, bacalah dan tartilllah membaca alquran karna semakin banyak hafalannya akan semakin tinggi pahalanya,

"InsyaAllah orang tua akan menanamkan pondasi yang kokoh demi masa depan untuk anak-anaknya, penghafal alquran akan berada dibarisan malaikat,"ucapnya.

Direktur (MBS) At-Tanwir Mamuju, Kiyai Wahyun Mawardi S.Ag.,M.Pd, mengucapkan terimakasih atas partisipasi peserta untuk mengikuti acara daurah tahfidzul quran program liburan tersebut. Pada dasarnya sekolah ini merupakan sekolah umum dan perpaduan pondok pesantren, dan memiliki program unggulan yakni Program Tahfidzul quran sehingga itu  yang membedakan dengan sekolah dan pondok  lain.

"Dalam pembinaan sekolah, kami menawarkan sekolah modern plus boarding (pobdok) nantinya syarat anak tamat tingkat SD wajib hafal minimal 1 juz, dan tingkat SMP, SMA/ SMK minimal 3 juz. Harapan kami Pondok ini bisa menjadi lembaga unggul dalan sains dan unggul dalam penguasaan agama plus menghafal Quran," ujarnya.

Program Daurah Tahfidzul Quran ini kami laksanakan secara rutin dengan persyaratan ketat dan melalui tahapan tes, tambahnya.

Lebih lanjut, Kiyai Wahyun memaparkan Program liburan ini merupakan kegiatan untuk mengisi waktu liburan anak-anak, sebab orang tua siswa dirumah ketika anaknya libur pasti kewalahan mengawasi akibat pengaruh gadged dengan main game, olehnya itu jauh lebih baik ketika anak diikutkan program liburan menghafal qur'an. Insya Allah biaya yang dikeluarkan akan menjadi amal Jariyah bagi orang tuanya.

"Kami berharap kepada wali peserta daurah, agar selama anak-anak kita berada di pondok jangan terlalu dimanja, pada dasarnya anak-anak kita dilatih untuk mondok selama sepekan berpisah dengan orang tua, kemudian juga dilatih kemandiriannya," akunya.

Terakhir, kami menawarkan pondok pesantren modern ini kepada masyarakat namun bertahap, juga dalam pembangunannya sementara proses dan terus melakukan pembenahan pondok, tutupnya.



Penulis : Immawan Ilham

Editor   : Admin Sulbarmu.Com

Post a Comment

0 Comments