Syawalan 1440 Hijriah, Momentum untuk Saling Maaf-Memaafkan


Foto : Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Mujammadiyah Sulawesi Selatan, Dr. Dahlan Lamabawa, M.Ag, saat menyampaikan ceramahnya di Jalan Soekarno Hatta, Masjid Fastabiqul Khairat.

Sulbarmu.Com -- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sulawesi Barat bersama Ortom dan Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Mamuju, menggelar acara Syawalan 1440 Hijriah di Jalan Soekarno Hatta, Masjid Fastabiqul Khairat, Pusat Dakwah Islam Muhammadiyah , Rabu ( 26/06/2019 ).

Dalam kegiatan syawalan yang dilaksanakan oleh pimpinan wilayah, ortom dan civitas akademika tersebut, mengundang Penceramah pembawa hikmah Syawalan Dr. Dahlan Lamabawa, M.Ag, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi selatan, juga turut hadir kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar, Ketua dan Komesioner KPU Sulbar, Ketua Aisiyah Sulbar, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju dan Pimpinan Daerah polman, serta warga dan simpatisan muhammadiyah lainnya.

Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, mengatakan acara ini adalah Syawalan, yang artinya peningkatan, jadi bulan syawal merupakan bulan peningkatan. Peningkatan dalam hal kualitas iman, kualitas kpribadian dan kualitas ibadah kita kepada Allah Swt.

"Sebenarnya wakil ketua empat yang membidangi Al-Islam Kemuhammadiyaan STIE Muhammadiyah Mamuju, mengatakan kegiatan syawalan ini kita laksanakan di Pasangkayu, namun saya mengusulkan disini saja, di masjid Fastabiqul khairat, soalnya kita juga ingin memperkenalkan dan memperlihatkan masjid lantai dua yang baru kita tempati," ujar Kiyai Wahyun.

Kemudian kegiatan syawalan ini mari kita saling maaf-memaaf kan,  sebab setelah kita menjalankan ibadah puasa maka dosa-dosa kita kepada Allah akan diampuni, tetapi dosa kita kepada sesama manusia tidak akan diampuni sebelum kita saling maaf-memaafkan, tambahnya.

Sementara, Dr. Dahlan Lamabawa, dalam ceramahnya mengatakan, syawalan seperti ini merupakan momentum terbaik untuk kita sama-sama manfaatkan saling maaf dan memaafkan, agar segala dosa fitnah yang pernah dilakukan kepada teman dan saudara kita bisa diampuni oleh Allah Swt.

"Mengapa memfitnah itu lebih kejam dari pada Pembunuhan ?, Sebab jika kita membunuh, imbasnya hanya kepada kita sendiri, sedangkan jika kita memfitnah maka itu akan menyakiti hati yang kita fitnah, menyakiti hati teman-temannya, sahabatnya, saudaranya, keluarganya dan fensnya," tuturnya.

Menurut Dr. Dahlan manusia diciptakan memiliki dua dimensi, yaitu dimensi jasadiyah dan rohaniah, dimensi jasadiyah akan ditempa dengan puasa maka dia akan kuat, sedangkan dimensi rohaniah puasa akan membimbing kepada fitrah manusia yakni kembali ke fitrah manusia yanng suci.

"Dalam merefleksi ibadah puasa kita dengan dimensi jasadiyah dan rohaniah, maka kita harus warisi kekuatan Rasulullah Muhammad Saw. Yakni kekuatan akidah dan ibadah, kekuatan ekonomi, kekuatan Sosial dan yang terakhir kekuatan politik kita," Akunya.



Penulis : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments