Ketua STIE MM, Laporkan Kinerja Pada Acara Syawalan.


Foto : Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju, Muchtar Baso, S.E.,M.Si, saat menyampaikan sambutannya pada acara Syawalan 1440 Hijriah, di Jalan Soekarno Hatta, Masjid Fastabiqul Khairat.

Sulbarmu.Com -- " Kedepan sebaiknya yang menjadi dosen itu adalah kader-kader Muhammadiyah yakni kader  IMM, sehingga kita harus persiapkan dari sekarang, untuk itu dalam kepemimpinan saya ini, harus tercipta banyak kader sebagai dosen, juga pemegang estafet kepemimpinan,".

Hal ini diucapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju, Muchtar Baso, S.E.,M.Si, saat menyapaikan sambutaannya pada acara Syawalan di Masjid Fastabiqul Khairat, Rabu ( 26/06/2019 ).

Selain itu, Muchtar juga menyampaikan keinginannya adanya sistem yang terbangun, agar bagaimana kader dari muhammadiyaj bisa masuk sebagai dosen, karena perguruan tinggi ini adalah milik muhammadiyah, maka sebaiknya yang mengisi adalah kader.

"untuk itu kader harus siap dan kita harus persiapakan dengan cara menyekolahkannya. Nantinya kalau kader sudah siap maka saya cukup satu priode saja," ucapnya

Kemudian dalam acara Syawalan itu, Muchtar juga melaporkan kinerja organisasi antara lain jumlah mahasiswa, jumlah dosen dan status akreditasi jurusan di STIE Muhammadiyah Mamuju,  

"Alhamdulillah prodi Ekonomi pembangunan sudah mendapat akreditasi B, menyusul nantinya jurusan Manajemen yang belum ada kepastian dari Kopertis. Terus terang jumlah mahasiswa secara keseluruhan yang terdaftar itu sebanyak 2659 orang. Jumlah mahasiswa Manajemen itu sebanyak 2034 orang dan jurusan Ekonomi Pembangunan sebanyak 625 orang. Jumlah ini sudah mencakup semuanya baik aktif maupun tidak aktif," katanya.

Sementara jumlah Dosen kita yang tercatat memiliki NIDN dan IDK sebanyak 67 orang, dari yang mengajar lebih seratus dosen, dan dari 67 orang dosen ini apakah ada sekitar 60 persen yang hadir untuk mengikuti Syawalan. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar  kami selaku pimpinan untuk lebih menekankan kembali kepada dosen untuk pro aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh muhammadiyah, tambah Muchtar.

"Kami sudah melaksanakan penerimaan dosen kemarin, kita juga minta izin dengan pimpinan wilayah bahwa kita tidak prioritaskan kader, soalnya disamping keterbatasan kader kita, kita juga dituntut untuk bisa lebih cepat mencapai rasio dosen. Tetapi kedepan pasti akan kita prioritaskan kader" ujarnya.

Kemudian Menyinggung Soal Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi Universitas, Muchtar mengatakan, Kepala Landikti memberitahu bahwa universitas harus disegerakan, kalau tidak bisa 2020 apa boleh buat 2019 harus dibentuk, tambahnya sambil tertawa.



Penulis : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments