Terlalu Mencintai Sesuatu, Bisa Membuat Lalai Dari Perintah Allah.


SULBARMU.COM -- Mengawali Khutbah Jum'at Kali ini mewasiatkan kepada jamaah Sekalian senantiasa meningkatkan taqwa dengan cara mensyukuri nikmatnya, kemudian meningkatkan taqwa dengan zikrullah ingat kepada Allah, agar perkara yang melalaikan dari Allah dapat dijauhi.

Pesan itu disampaikan Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, saat membawakan  khutbah Juma'at di Masjid Baitul Anwar Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (17/05/2019).

"Perkara yang dapat mengikis Iman dan taqwa kita adalah apa bila kita lalai dalam perintah Allah SWT. Kelalaian dan kelengahan itu sumber utamanya dari harta yang kita cari, profesi yang kita ingin kejar, anak-anak dan keluarga yang kita cintai," tuturnya.

Dalam Khutbahnya, Kiyai Wahyun Mawardi mengangkat tema dengan Mengutip firman Allah dalam surah Al-munafikun ayat  Sembilan sampai sebelas yang artinya, Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang kami telah berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu," Ya Rabb ku mengapa engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termaksud orang-orang yang saleh, Dan Allah tidak sekali-kali menagguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah maha mengenal apa yang kamu kerjakan, (Q.S. Al-Munafikun).

Ia mengatakan Secara khusus, ayat ini mendahulukan harta profesi, anak-anak dan keluarga di ayat sembilan, sebagai faktor penyebab lalai dalam beribadah kepada Allah, karena  perananya amat besar dalam melalaikan kita dari perintah Allah.

"Kita berbangga-banga hasil harya yang kita peroleh, dan dari berbangga itu maka kita menikmati hasil jerih payah kita, sehingga ini yang menyebabkan kita lalai. Juga Anak-anak dan keluarga kita, yang rasa cita kita terlalu berlebih-lebihan kepada mereka. Pada dasarnya cinta itu baik, namun berlebih-lebihan dapat melalaikan dalam beribadah," Ujarnya.

Menurut Kiyai Wahyun Mawardi, hubungan ayat sembilan dengan ayat sepuluh dalam surah Al-munafiqun kelalaian dan kelengahan itu merupakan sifat manusia, salah satu cara mengatasi kelalaian dan kelengahan itu dengan berinfak, Olehnya itu di ayat sepuluh Allah mengatakan belanjakanlah sebagaian apa yang aku berikan kepadamu sebelum datangnya kematian kepadamu. Kemudian Allah menutupnya di ayat sebelas Allah tidak memberikan kesempatan apabila ajalnya sudah tiba.

"Untuk itu marilah kita manfaatkan bulan suci ramadhan ini sebagai penghapus dosa kita dan pelipat ganda amalan2 kita, agar kita bukanlah orang-orang yang merugi seperti yang Allah firmankan kepada orang yang lalai dalam perintahnya," Ucapnya.


Penulis  : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments