Mencetak Kader Kritis. IMM Mamuju Menggelar Pelatihan Kepemimpinan Darul Arqam Dasar

Sulbarmu.Com -- Pimpinan Komisariat Ekonomi pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju menggelar  Leadership Training Darul Arkam Dasar (DAD) angkatan ke-25 dengan mengangkat tema membentuk intelektual muda kritis dan kreatif melalui ideologi IMM, di Aula Kampus STIE MM, Jumat (17/05/2019).

Ketua Cabang Ikatan Mahasisiwa Muhamadiyah Mamuju, Abd. Rahman T, dalam sambutannya mengucapakn selamat kepada para peserta yang telah ikut dalam pelatihan Kepemimpian tingkat pertama sebagai calon immawan dan immawati yang di laksanakan oleh pimpinan komisariat, 

"Nantinya kalian akan di bekali mengenal Islam secara Kaffa dalam konsep spiritualitas. Intelektual dan Humanitas adalah model gerakan dalam ber IMM," Ujar Rahman.

Sementara itu, Wakil ketua Tiga Bidang Kemahasiswaan STIE MM,  sekaligus Ketua Pemuda Muhammadiyah Mamuju, Suryansah, SH.,MH, dalam amanahnya menyampaikan Leadership Trening Darul Arkam Dasar (DAD) merupakan kegiatan yang positif dalam rangka mencetak generasi-genersai intelektual Muslim. Menurutnya dewasa ini  seorang Intelektual muslim sudah langka kita temui. Pada era kemerdekaan kita ketahui bersama Soekarno, Muh Hatta dan Tan Malaka dalam konsep kenegaraannya adalah tokoh Intelektual muslim, tentu marwah perjuangan beliau kita sebagai genersai penerus harus mewarisi semangat perubahan yang dia bawa, tugas seorang intelektual muslim di era ini dalam mengembalikan semangat mereka adalah dengan mendorong kemerdekaan berfikir seperti tema yang disajikan diatas.

"Saya berharap teman-teman peserta yang lulus dari DAD ini, harus kritis dengan penanya," Tutur Suryansah.

Ia melanjutkan, untuk mencetak kader yang kritis tidak hanya diruang perkaderan saja, namun dapat di asas dipertemuan follow up yang nantinya dijalankan oleh pimpinan komisariat, dengan menyuguhkan kajian-kajian ilmiah. Contohnya saat ini bisa kita kaji bersama mengapa kelangkaan BBM dan tabung gas elpigi bisa terjadi, mengapa nilai dolar melonjak, termaksud isu-isu lokal kedaerahan yang nantinya bisa kita kaji bersama.

"Saya memberikan amanah sekaligus tantangan kepada calon peserta DAD yang lulus nantinya, melalui forum ini saya undang untuk kita rumuskan bersama, seperti apa konsep kritis yang teman-teman lakukan dalam prespektif Islam. Bagaimana kita membandingkan modern market hari ini dengan pasar-pasar tradisional yang ada di Mamuju," ucapnya.

Suryansah menambahkan, justru lebih percaya dengan modern market ketimbang pasar, mulai dari kebersihannya, kepastian harga dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen, sebab lebih mencontohkan nilai-nilai islam didalamnya.

"Kami tidak butuh kuantitas dari peserta yang ikut DAD, kami lebih mendorong lahirnya kualitas dan integritas dari peserta DAD ini," Pungkasnya.


Penulis  : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments