Ibadah Puasa Melatih Seseorang Bermental Pemberi, Bukan Menerima.

Sulbarmu.Com -- "Ibadah Puasa prespektif pendidikan akhlak itu memiliki dua semangat. Semangat pencegahan ini berbasis kesalehan individu dan semangat  pengembangan dimaknai kesalehan sosial" Hal itu menjadi Tema Tausiyah Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, saat buka puasa bersama dengan rombongan Tim Safari Ramadhan STIE Muhammadiyah Mamuju di Masjid Darul Mahfi, Ujung Baru, Kecematan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sabtu ( 25/05/2019)

Ia menjelaskan Puasa merupakan benteng buat diri seseorang, yang melindunginya dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT.

"Dalam hadits Qudsi, puasa itu merupakan perisai. Puasa tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial," Katanya.

Dalam Dimensi sosial, Lanjut Kiyai Wahyun Mawardi, ada tiga hal yang dapat membentuk seseorang mencapai tingkat kesalehan sosial,

Pertama, menahan diri dari rasa haus dan lapar, seseorang yang tidak pernah merasakan lapar tentu tidak tau bagaimana rasa lapar seperti yang dirasakan oleh orang yang lapar.

"Lapar itu ada dua macam, lapar biologis yakni makan dan minum, juga lapar psikologis yaitu kekuasaan, harta dan kekayaan," akunya.

Adapun yang kedua, dalam dimensi sosial orang yang berpuasa disuruh banyak berderma, Rasulullah Muhammad SAW. memyebut bulan puasa ini adalah bulan kepeduliaan. Dalam Hadits Rasulullah orang yang paling dermawan dan kedermawanannya itu meningkat ketika memasuki bulan ramadhan, bahkan lebih dermawan dari angin yang berhembus.

"Selalu saya berusaha perktekkan itu, coba kita bergabung untuk meringankan beban orang-orang yang lemah, perilaku yang seperti itu, dapat menghapus dosa-dosa kita," ucapnya.

Yang terakhir, orang berpuasa itu dianjurkan mengeluarkan zakat fitri. Dua esensi seseorang itu mengeluarkan zakat fitri, pertama membersihkan orang yang berpuasa dan memberi makan kepada fakir miskin atau orang yang lagi kekurangan.

"Ibadah Puasa itu melatih kita untuk menjadi manusia bermental memberi, bukan menerima," Pungkas Kiyai Wahyun Mawardi.


Penulis  : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments