PP Muhammdiyah keluarkan surat edaran, Idul Fitri jatuh pada 5 Juni 2019. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gelar Sholat Id Di Stadion Manakarra.

Sulbarmu.Com -- Berdasarkan hasil hisab untuk tahun ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat bernomor 01/MLM/1.0/E/2019, tentang jatuhnya satu syawal 1440 Hijriah, yang bertepatan pada tanggal lima Juni 2019.

Melalui maklumat tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju akan melaksanakan hari raya idul fitri bersama warga dan simpatisan dari hasil putusan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haeder Nasid dan sekretaris Agung Danarto,

"Dari hasil rapat bersama Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Mamuju, Majelis Tabligh, Pimpinan Ortom Tingkat PDM dan pengurus Ta'mir Masjid Fastabiqul Khairat Muhammadiyah, menindaklanjuti surat edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Satu Syawal 1440 Hijriah jatuh pada tanggal lima Juni 2019," Ujar Basir Badul, Ketua Panitia Hari Raya Idul Fitri yang juga Sekertaris Majelis Tabligh PDM Mamuju.

Ia menambahkan, maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan agar menjadi panduan bagi warga dan simpatisan Muhammadiyah. menurutnya dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri memutuskan bertempat di Lapangan Stadion Manakarra Mamuju.

"Alhamdulillah tempat sholat Idul Fitri sudah mendapat izin dari pemerintah setempat. Dalam pelaksanaannya Khotib Hari Raya Idul Fitri akan dibawakan oleh Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, juga sekaligus Direktur Muhammadiyah Bording School (MBS) Pondok Pesantern Modern At-Tanwir Mamuju, Imam Sholat oleh Ustazd, Hendri Gunawan, S.Ud, (Imam Masjid Fastabiqul Khairat)," tutur Basir.

Menurut Basir, segala persiapan dalam menyambut hari raya idul fitri sudah dijalankan bersama panitia, mulai dari proses perizinan, keamanan dan undangan kepada seluruh warga Mamuju untuk bersama-sama ikut serta melaksanakan hari raya di stadion manakarra.

"kami sudah menyampaikan Undangan dalam bentuk baligho yang dipasang dibeberapa titik strategi dalam kota Mamuju untuk mengajak warga dan masyarakat. Kami berharap persiapan ini sampai hari H nya berjalan maksimal hingga berakhir," ucap Basir.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan hari raya idul fitri Kementrian Agama belum menentukan penetapan satu sayawal, bisanya Kemenag akan melakukan pemantauan terlebih dahulu kemudian hasilnya akan dibahas dalam sidang isbat

"Kami berharap penetapan pelaksanaan hari raya idul fitri bisa bersama dengan Kemenag. Meskipun nantinya berbeda bukanlah sebuah perpecahan bagi kita, namun kita jadikan perbedaan itu merupakan rahmat dari Allah SWT." Pungkas Basir.



Penulis  : Basir Badul

Editor     : Immawan Ilham



Post a Comment

0 Comments