Bulan Yang Dirindukan. Ramadhan Adalah Jalan Memperbanyak Pahala.

Sulbarmu.Com -- "Sebelum memasuki bulan ramadhan, semua kaum muslimin merindukan akan datangnya bulan suci ini, Namun hanya Allah SWT. yang menetukan apakah kita sampai pada bulan ramadhan atau tidak," ucap Ustazd Muhiddin Dg. Tojeng, S.Sos, saat menyampaikan ceramah ramadhan di Masjid Muhammadiyah  At-Tanwir Mamuju, Kamis malam 9 mei 2019.

Ceramah ramadhan dengan tema rindu akan hadirnya bulan penuh rahmat dan ampunan tersebut, Ustazd Muhiddin  menjelaskan beberapa point mengapa harus merindukan bulan ramadhan, 

 Pertama, bulan ramadhan merupakan salah satu jalan untuk memperbanyak pahala dengan waktu yang snagat singkat dan di bulan suci ini pula, Allah akan melipatgandakan kecil dan besarnya pahala kebaikan yang kita kerjakan,

"jika kita pakai ilmu matematika, bila bulan-bulan biasa satu tambah satu itu sama dengan dua, namun di bulan ramadhan ini ibadah kita akan di kalikan dua kali dua sama dengan empat," tutur Ustazd Muhiddin

Kedua, dalam Al-quran surah Al-mujadilah ayat sebelas Allah SWT berfirman yang artinya, Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

"Sejak muda saya suka jalan-jalan disetiap daerah, saya senang kalau berada di tempat suatu daerah mengajar mengaji dan orang-orang di sekitar kita senang, sebab ada guru ngaji di daerah mereka, Allah selalu memberikan keberkahan dan rahmatnya kepada saya," kata Ustazd Muhiddin.

Ketiga, berkaitan dengan keyakinan perlu kiranya mempelajarinya agar keikhlasan itu datang kepada kita, sebab setiap yang seseorang lakukan itu tergantung niat yang ikhlas. Sungguh sangat berbeda keyakinan orang-orang dahulu keyakinannya dengan orang sekarang, sebab mereka didasari dengan keikhlasan sehingga apa yang ia ucapkan bisa terjadi, namun orang sekarang jarang kita jumpai karna masing-masing melakukan sesuatu berdasarkan kepentingan dan keuntungan, apa lagi jika sudah masuk pesta demokrasi,

Bulan ramadhan ini adalah bulan pelatihan untuk melatih diri kita, baik itu keyakinan kita iman dan takwa terkhusus perbanyak beribadah kepada Allah SWT. 

"Salah satu riwayat berkaitan tentang ibadah, Rasulullah ketika pertama kali menerima perintah sholat itu 50 kali, namun beliau mendapat masukan dari nabi sebelumnya, lalu beliau bolak balik ke sidrahtul muntaha untuk mengurangi jumlah dalam sholat sebanyak sembilan kali, barulah perintah sholat itu lima kali." ujar Muhiddin

Yang terakhir,  di bulan ramadhan ini marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebagai modal kita menghadap kepadanya,

"Kalau kita di bulan ramadhan masih kurang tepat waktu dalam sholat, maka di bulan ramadhan ini marilah kita untuk tepat waktu dalam ibadah sholat," Tutupnya.


Penulis  : Ilham



Post a Comment

0 Comments