Bahas Kualitas Iman. Tidak Ada Pendidikan Yang Lebih Baik, Kecuali Pendidikan Puasa.

Sulbarmu.Com -- Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, mendapatkan undangan sebagai mubaligh dalam tim rombongan Safari Ramadhan yang di laksanakan oleh pemerintah kabupaten Mamuju, di Masjid Al-Mummawarah Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang, Rabu malam (15/05/2019).

Safari ramadhan tersebut merupakan program tiap tahun yang diselenggrakan oleh pemerintah kabupaten, yang bertujuan untuk kunjungan kerja di setiap kelurahan dan kecamatan sekabupaten Mamuju.

Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd, yang ikut rombongan Bupati Mamuju dalam ceramahnya mengatakan, sebagai ummat Islam sangat bersyukur apa yang menjadi terobosan pemerintah kabupaten Mamuju, sebab niat baik dari Bupati merupakan hal positif bagi ummat, untuk menjalin silaturahim antara pemerintah dengan masyarakat.

Terkait beberapa program Bupati Mamuju yang telah di utarakan dalam sambutannya, menurut, Wahyu Mawardi,  itu sangat  membantu ummat dalam pemerataan pembangunan yang titik fokusnya adalah membangun rumah ibadah agar lebih  nyaman dalam melaksanakan dan menjalankan  perintah Allah SWT.

Contohnya memberikan bantuan kepada masjid-masjid yang secara fasilitas belum terpenuhi dan belum layak lalu membantunya, adapun demi meningkatkan kenyamana dan keamanan dalam beribadah Bupati dan Polres Mamuju telah menerbitkan aturan agar masyarakat tidak lagi membunyikan petasan yang dapat menganggu aktifitas kualitas ibadah ummat, juga tentunya progran sholat subuh berjamaah di setiap masjid yang dijadwalkan itu memotifasi masyarakat untuk ikut serta bersemangat dalam beribadah.

"Saya ingat saat berkunjung ke China pada bulan oktober lalu, ketika mau melaksanakan sholat, saya bertanya kepada masyarakat di cina, namun dia tidak tau apa itu sholat padahal saya sudah memberikan bahasa isyarat. Akhirnya saya sholat di tempat cas hp bahkan biasa di bawah tangga," akunya.

Untuk itu, lanjut Kiyai Wahyun Mawardi sebagai inti dari ceramahnya menyampaikan, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita yang tinggal di Negara Indonesia, menurut Prof Hamka, indonesia ini adalah separuh dari surga. Terus bagaimana caranya agar mensyukuri nikmat dari Allah yang begitu besar, yaitu dengan melakukan apa yang menjadi perintahnya dan menjahui larangan yang telah digariskan.

"Dengan berpuasa kita di ajarkan untuk bersyukur, sebab kita masih dilimpahkan kecukupan, jadi ini salah satu cara kita bersyukur atas nikmat dari Allah. Ibu-ibu yang sering lambat bangun ketika dihari-hari yang lain, namun di bulan ramadhan ini bangunya lebih awal, bapak-bapak yang ketergantungan dengan rokok, bisa di kendalikan dengan tidak merokok pada saat siang hari, sebab puasa yang kita lakukan tidak ada yang mengetahui kecuali kita dan Allah SWT," tuturnya.

Kiyai Wahyun Mawardi menambahkan, Dalam Hadits Qudsi Rasulullah Muhammad SAW bersabda, bagi orang yang berpuasa ada dua kenikmatan yang di perolehnya, pertama ketika detik-detik mau berbuka dan ketika pertemuannya kepada Allah SWT. untuk mendapatkan pahala puasa, karna Allah berfirman yang artinya, sesungguhnya puasa itu adalah untuk ku dan saya yang akan langsung memberinya pahala.

"Tidak ada sisitem pendidikan yang lebih baik, kecuali pendidikan yang diberikan oleh puasa," pungkas Kiyai Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd.


Penulis  : Immawan Ilham

Post a Comment

0 Comments